Saran Dokter Gizi untuk Mencegah Preeklampsia pada Ibu Hamil

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ibu hamil. Shutterstock

    Ilustrasi ibu hamil. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Meski tak memiliki riwayat tekanan darah tinggi, ibu hamil berpotensi mengalami preeklampsia. Kondisi ini ditandai dengan hipertensi dan tingginya protein dalam urine. Angka kejadian preeklampsia di negara berkembang seperti Indonesia mencapai sekitar 7 hingga 10 persen.

    Kepala Program Studi Gizi Kesehatan, Fakultas Kedokteran, Universitas Gadjah Mada (UGM), Toto Sudargo, menyarankan agar ibu hamil mengontrol asupan kalori dan nutrisi lainnya guna mencegah risiko hipertensi pada kehamilan.

    "Ada beberapa cara untuk mencegah hipertensi dalam kehamilan, serta meningkatkan imunitas ibu dan janin yang dikandungnya. Salah satu caranya adalah dengan menerapkan pola makan yang memperbanyak sayuran dan ikan, dan strategi diet rendah garam," kata Toto dalam pernyataannya, Rabu, 18 November 2020.

    Penelitian menunjukkan bahwa pola makan yang kaya sayur dan ikan mengurangi kemungkinan terkena hipertensi gestasional sebesar 14 persen dan preeklampsia sebesar 21 persen.

    "Dengan melakukan diet rendah garam tentunya juga dapat menurunkan risiko hipertensi pada kehamilan. Jika kita ingin makanan yang kita konsumsi memiliki cita rasa yang tinggi, namun juga ingin diet rendah garam, dengan menggunakan bumbu umami (gurih) seperti MSG (monosodium glutamate) bisa jadi solusinya," kata dia.

    Ibu hamil perlu mendapatkan asupan nutrisi yang cukup dari berbagai makanan sehat dan bervariasi mulai dari sayuran, buah, daging-dagingan, ikan dan lainnya demi kesehatan dia dan janinnya terjaga.

    Selain itu, ibu hamil juga perlu suplemen atau asupan tambahan selama mengandung, salah satunya asam folat. Selain itu ibu hamil juga perlu memperhatikan konsumsi kalsium, zat besi, dan zinc.

    Selain nutrisi, direkomendasikan melakukan pemeriksaan diri atau antenatal rutin. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), ibu hamil risiko rendah minimal menjalani pemeriksaan kesehatan minimal delapan kali selama kehamilan.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.