Alasan Ratu Elizabeth II selalu Memakai Topi, Serasi dengan Mantelnya

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratu Elizabeth II membuka lowongan pekerjaan bagian pembantu untuk membersihkan Istana Buckingham, yang diumumkan melalui situs The Royal Household. Ben Stansall/Pool via REUTERS

    Ratu Elizabeth II membuka lowongan pekerjaan bagian pembantu untuk membersihkan Istana Buckingham, yang diumumkan melalui situs The Royal Household. Ben Stansall/Pool via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Ratu Elizabeth II mudah dikenali dari penampilannya: mantel berwarna cerah, topi yang serasi, sepatu hitam, dan tas pesanan. Semua bagian pakaian Ratu Inggris itu memiliki makna, terutama topinya. 

    Sejarawan Inggris Robert Lacey menjelaskan kepada jurnalis mode Elizabeth Holmes untuk buku barunya, HRH: So Many Thoughts on Royal Style, bahwa wanita modern sangat jarang yang memakai topi sebagai pakaian kerja, kecuali tentara. Namun, Ratu Elizabeth konsisten mengenakannya di setiap acara.

    "Ini adalah pengingat bahwa Ratu terikat pada suatu layanan, untuk suatu pekerjaan," katanya, menurut buku yang diterbitkan pada Selasa, 17 November 2020.

    Holmes, yang menghabiskan lebih dari 10 tahun sebagai jurnalis bisnis dan mode untuk The Wall Street Journal, mendapatkan banyak pengikut untuk serial Instagram-nya, "So Many Thoughts," yang membahas fashion kerajaan.

    ADVERTISEMENT

    Setelah mewawancarai sejumlah pakar dan desainer fashion, beberapa di antaranya pernah bekerja dengan keluarga kerajaan, Holmes menganalisis fashion anggoita keluarga kerajaan, mendalami branding dan perjalanan mode Ratu Elizabeth, Putri Diana, Kate Middleton, Duchess of Cambridge dan Meghan Markle, Duchess of Sussex.

    Menurut dia, cara para perempuan kerajaan memilih pakaian mereka sangatlah menarik.

    “Bagian terbesar dari pekerjaan mereka adalah tampil di depan umum. Mereka tidak melakukan wawancara terbuka atau berbicara terlalu banyak. Pakaian mereka sangat indah, tapi sangat berarti ... Itu bukti kekuatan mode,” ujar Holmes kepada People.

    Holmes menelusuri pilihan gaya Ratu Elizabeth dari masa kecilnya hingga penobatannya pada 1952, juga perubahan pilihan berbusananya di akhir tahun 90-an yang konsisten berwarna cerah.

    Duchess of Cambridge Kate Middleton tiba bersama suaminya, Pangeran William dan Ratu Elizabeth II dalam ajang pacuan kuda Royal Ascot di Inggris, Selasa, 18 Juni 2019. Biru muda menjadi pilihan bagi beberapa anggota keluarga kerajaan. Ratu Elizabeth hingga Putri Eugenie pun memilih tampil dengan gaun berwarna biru muda. REUTERS

    "Ratu sadar bahwa dia harus mudah terlihat oleh sebanyak mungkin orang ketika bepergian, jadi saya memilih warna-warna mencolok yang akan mudah dilihat," tulis Angela Kelly, penjahit lama Ratu, dalam memoarnya yang terbit pada 2019, The Other Side of the Coin: The Queen, The Dresser and the Wardrobe.

    Selain warna-warna cerah, hal yang paling mencolok dari gaya Ratu adalah sedikit sekali perubahannya. "Tidak ada yang berpakaian seperti Ratu. Dan mungkin tidak akan pernah," kata Holmes. "Ini adalah tampilan yang sangat unik yang dia buat, dan dia berkomitmen untuk itu.

    Ratu Elizabeth mungkin memiliki gaya unik, tetapi ia memiliki kepekaan mode yang sama dengan cucu menantunya, Kate Middleton. Mereka berdua menghargai pakaian karena fungsinya dan melihatnya sebagai bagian dari pekerjaan menjadi seorang bangsawan.

    Sejak bergabung dengan keluarga kerajaan pada 2011, Kate semakin sadar akan kekuatan pilihan pakaiannya - dan semakin percaya diri, tulis Holmes. Dia juga memiliki gaya berpakaian mirip Ratu, termasuk pakai mantel warna permen, stocking, dan sesekali pakai jepit rambut. Keduanya juga sering memakai ulang pakaian mereka untuk berhemat.

    Kedua wanita tersebut juga sangat menyadari apa yang diharapkan dari mereka selama tampil di depan umum, Holmes menjelaskan.

    "Mereka bukan hanya selebriti yang bisa melakukan atau mengenakan apa yang mereka suka. Mereka adalah bagian dari institusi ini dan bekerja dalam pelayanan kepada mahkota. Orang-orang ingin mereka menjadi mewah dan layak atas gelar kerajaan mereka, tetapi juga hemat, pelayan yang bertanggung jawab atas uang pembayar pajak,” tulis Holmes.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.