Jadikan Kebaya sebagai Pakaian Sehari-hari, PBI Gelar Kongres Berkebaya Nasional

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah model berpose menggunakan busana kebaya di Museum Nasional, Jakarta, Selasa, 16 Juli 2019. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Komunitas Perempuan Berkebaya yang bertujuan untuk melestarikan busana kebaya bagi masyarakat Indonesia. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Sejumlah model berpose menggunakan busana kebaya di Museum Nasional, Jakarta, Selasa, 16 Juli 2019. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Komunitas Perempuan Berkebaya yang bertujuan untuk melestarikan busana kebaya bagi masyarakat Indonesia. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Kebaya dikenal sebagai pakaian nasional perempuan Indonesia. Tapi tak banyak yang mengenakannya sebagai untuk beraktivitas sehari-hari. 

    Ketua Perempuan Berkebaya Indonesia Rahmi Hidayati mengatakan, kebaya sudah dikenakan sejak ratusan tahun lalu sebagai pakaian sehari-hari perempuan di Indonesia. Meski hanya di rumah atau ke sawah, perempuan di masa lalu selalu mengenakan kebaya.

    “Karena ada pengenalan budaya dari mana-mana, termasuk budaya berbusana, kita pun mulai berubah cara berpakaiannya, ada kaus, kemeja, blus, juga hijab,” kata dia dalam konferensi pers Kongres Berkebaya Nasional, Selasa, 10 November 2020.

    Kini gerakan berkebaya semakin masif. Beberapa organisasi mendorong kebaya sebagai pakaian sehari-hari perempuan Indonesia, termasuk Perempuan Berkebaya Indonesia. Menurut Rahmi, kebaya harus dilestarikan, salah satunya dengan memperbanyak teman-teman yang diajak berkebaya.

    ADVERTISEMENT

    “Kami juga memperkenalkan kebaya ke anak-anak muda,” ujar dia.

    Rahmi mengatakan, kebaya bisa digunakan untuk berbagai aktivitas. Bahkan dia bersepeda, naik gunung dan paralayang memakai kebaya.

    "Artinya kebaya bisa dipakai ke mana aja, tapi dipakainya beda. Kalau acara-acara resmi ada pakem sebaiknya tidak dilanggar. Tapi untuk sehari-hari bisa kita modifikasi cara memakai kainnya. Kainnya adalah yang utama,” dia menambahkan.

    Tingginya minat kembali memakai kebaya mendorong diselenggarakannya Kongres Berkebaya Nasional. Kongres ini akan diadakan secara daring pada 21-22 Desember 2020, bertepatan dengan Hari Ibu.

    Ketua Kongres Berkebaya Nasional Lana T. Koentjoro mengatakan, acara ini bertujuan mengajak perempuan Indonesia menjadikan kebaya sebagai pakaian sehari-hari, menjadikannya sebagai jati diri bangsa yang dikenal di dunia internasional.

    Di kongres itu, para pencinta kebaya akan berdiskusi dan mengambil keputusan untuk pelestarian kebaya. Salah satu targetnya adalah mendorong pemerintah menetapkan Hari Berkebaya Nasional dan menyusun rencana pendaftaran kebaya sebagai warisan budaya tak benda UNESCO. Akan ada juga pemberian penghargaan kepada orang-orang yang memiliki komitmen berkebaya.



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.