Ingin Berhenti Diet Keto tapi Takut Berat Badan Naik, Simak 5 Tips Dokter

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi diet keto (pixabay.com)

    Ilustrasi diet keto (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Diet keto telah terbukti efisien untuk menurunkan berat badan. Diet ini juga menawarkan manfaat kesehatan, seperti mengurangi gula darah, kadar insulin, dan bahkan mengurangi risiko Alzheimer. Tapi, diet ini tergolong ekstrem. 

    Meski masih populer, diet ini tidak dianjurkan dijalani dalam waktu lama. Masalahnya, banyak yang khawatir ketika berhenti diet, berat badan akan kembali naik.

    Instruktur pribadi Jamie Hickey mengatakan, tubuh yang telah terbiasa menggunakan lemak sebagai sumber energi utamanya butuh waktu untuk beralih kembali menggunakan karbohidrat sebagai bahan bakar. Jadi, kenaikan berat badan setelah diet keto sulit dihindari.

    Dilansir dari eatthis.com, Ahad, 8 November 2020, berikut cara yang dianjurkan untuk beralih dari diet keto tanpa takut berat badan bertambah.

    ADVERTISEMENT

    1. Pelan-pelan

    Nasihat pertama yang diberikan Hickey kepada kliennya yang ingin berhenti dari diet keto adalah melakukannya perlahan. “Mulailah dengan menambahkan porsi kecil buah-buahan dan sayuran bertepung dan teruskan secara bertahap."

    Setelah Anda meningkatkan asupan kalori menurut American Dietary Guidelines of Dietary Guidelines (45 hingga 65 persen dari total kalori), pastikan untuk tetap mengonsumsi makanan utuh karena makanan olahan dapat menyebabkan penambahan berat badan.

    2. Konsumsi protein

    Asupan lemak yang tinggi memang membuat Anda kenyang, tetapi protein juga dapat melakukannya. "Pertahankan atau tingkatkan sedikit asupan protein Anda pada awalnya," kata pakar gizi Heidi Skolnik.  Dia menyarankan bisa mengandalkan protein shake juga.

    3. Olahraga

    "Olahraga sangat penting untuk membantu tubuh beradaptasi kembali dengan menggunakan karbohidrat sebagai bahan bakar. Dengan karbohidrat sebagai bahan bakar, Anda mungkin merasa latihan HITT itu lebih mudah."

    4. Perhatikan kalori

    "Perhatikan asupan kalori total Anda untuk menghindari makan terlalu banyak," kata ahli diet terdaftar Marta Ferraz Valles.

    Untuk menurunkan berat badan, Anda harus mengonsumsi lebih sedikit kalori daripada biasanya. Sebaliknya, jika Anda meningkatkan konsumsi kalori, berat badan akan bertambah.

    Menghitung kalori hanya akan membantu orang-orang yang selama ini tidak memperhatikan nutrisi. “Mulailah membiasakan mengisi setengah piring dengan buah dan sayuran non-tepung,” kata Valles.

    Valles juga merekomendasikan memilih sumber karbohidrat yang lebih sehat daripada roti biasa, nasi putih, dan makanan yang dipanggang. Sebaliknya, cobalah biji-bijian utuh seperti oatmeal dan polong-polongan seperti kacang-kacangan, lentil, dan buncis, yang dikaitkan dengan berat badan yang lebih sehat dan umur panjang.

    5. Pertimbangkan intermittent fasting

    “Saat beralih dari keto, ada baiknya beralih ke intermittent fasting,” kata ahli diet terdaftar Alicia Galvin. Puasa intermiten melibatkan pembatasan makan hanya selama 12 hingga delapan jam selama sehari.

    "Intermittent fasting telah terbukti memiliki manfaat penurunan berat badan dan metabolisme, yang dapat membantu mempertahankan penurunan berat badan setelah keto," kata Galvin.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti Istilah Kebijakan Pemerintah Atasi Covid-19, dari PSBB sampai PPKM

    Simak sejumlah istilah kebijakan penanganan pandemi Covid-19, mulai dari PSBB hingga PPKM, yang diciptakan pemerintah sejak 20 April 2020.