Lemak Perut Tak Kunjung Hilang Meski Sudah Diet dan Olahraga, Ini Sebabnya

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi lemak perut. shutterstock.com

    Ilustrasi lemak perut. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Lemak perut bukan hanya membuat tidak nyaman, tapi juga menimbulkan banyak risiko kesehatan, termasuk diabetes tipe 2, penyakit jantung dan stroke, juga perlemakan hati. Lemak di bagian ini amat sulit dihilangkan dibandingkan dengan di bagian tubuh lainnya, meski sudah olahraga dan diet ketat. 

    Dilansir dari Times of India, Rabu, 4 Oktober 2020, berikut ini alasan mengapa lemak perut tak juga hilang meski sudah mencoba berbagai cara.

    1. Diet terlalu ketat dan kurang nutrisi

    Salah satu dari banyak alasan mengapa berat badan tidak turun adalah karena diet ketat yang sering kali menyebabkan tubuh kekurangan nutrisi. Untuk menghilangkan lemak perut, mengurangi kalori sangatlah penting. Namun, untuk mengurangi kalori, Anda juga dapat menghilangkan mikro dan makronutrien penting dari makanan.

    ADVERTISEMENT

    Hal ini dapat menyebabkan penurunan berat badan karena hilangnya otot dan kelebihan air dari tubuh, tapi bukan lemak. Oleh karena itu, menghilangkan lemak perut secara efisien jadi lebih sulit.

    2. Latihan yang salah

    Olahraga adalah cara yang bagus untuk menurunkan berat badan. Namun, jika Anda melakukan latihan yang salah maka sulit mencapai tujuan. Lemak perut sangat membandel. Meskipun Anda berhasil menurunkan berat badan selama latihan kardio dasar, seperti lari jarak jauh, tidak ada jaminan bahwa kalori akan terus terbakar dengan latihan yang sama.

    Oleh karena itu, lakukan latihan menantang tubuh yang membutuhkan lebih banyak energi.

    3. Kurang tidur

    Insomnia atau kurang tidur sering kali dapat menghambat proses menghilangkan lemak perut. Penelitian menemukan bahwa kualitas tidur yang buruk pada orang dapat menyebabkan penambahan berat badan dan kesulitan mengurangi lemak perut. Kurang tidur sering dikaitkan dengan pola makan yang tidak sehat.

    4. Stres dan kecemasan

    Menurut sebuah penelitian, stres dan kecemasan dapat meningkatkan kadar hormon kortisol dalam tubuh, yang pada akhirnya memperlambat metabolisme. Dengan tingkat metabolisme yang lambat, peluang untuk menurunkan berat badan atau lemak perut semakin kecil meskipun sudah latihan intens.

    5. Minum alkohol

    Seorang pecandu alkohol akan sulit menghilangkan lemak perut karena sebagian besar minuman ini berkalori tinggi sehingga bisa menambah berat badan dan lemak. Sebagian besar lemak itu disimpan di di area perut.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Terlalu Cepat Makan, Bisa Berbahaya

    PPKM level4 mulai diberlakukan. Pemerintah memberikan kelonggaran untuk Makan di tempat selama 20 menit.