Anak Mengeluh Sariawan, Lidah Buaya Bisa jadi Obat Pilihan

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bayi minum susu botol. Getty Images

    Ilustrasi bayi minum susu botol. Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Sariawan mulut sangat umum terjadi pada anak-anak. Kondisi itu menyebabkan iritasi di dalam dan sekitar mulut. Penyebabnya adalah pertumbuhan berlebih dari ragi (sejenis jamur) yang disebut Candida albicans.

    Sariawan mulut (juga disebut kandidiasis oral) dapat menyerang siapa saja, tetapi paling sering terjadi pada bayi di bawah enam bulan, anak, dan pada orang dewasa yang lebih tua.

    Beberapa bayi mungkin tidak bisa menyusu dengan baik atau tidak nyaman saat mengisap karena mulutnya terasa sakit.

    Sariawan membuat kulit pecah-pecah di sudut mulut atau bercak putih di bibir, lidah, atau di dalam pipi yang terlihat seperti keju cottage tetapi tidak dapat dibersihkan.

    Menurut dokter spesialis anak Herwanto, anak harus mendapat pertolongan pertama karena harus menjaga hidrasi. 

    "Pada seorang anak yang memiliki sariawan tentu akan memiliki dampak pada nafsu makan dan minum yang menurun. Kalau makan yang menurun kita bisa maklumi, tapi kalau minumnya yang menurun itu akan memberikan efek yang lebih ke arah dehidrasi," ujar Herwanto dalam Media Webinar Kalbe bertajuk Kenali Sariawan Bayi dan Anak-anak, Kamis, 15 Oktober 2020.

    Herwanto menjelaskan hal pertama yang bisa dilakukan adalah minum air putih yang banyak. Jikalau sariawan itu terasa nyeri, gunakan obat-obat antinyeri untuk yang aman gunakan dalam bentuk parasetamol.

    Kemudian, yang kedua untuk anak-anak sudah cukup besar bisa berkumur. Kemudian bisa diarahkan agar selalu menjaga kebersihan mulutnya sehingga tidak terjadi infeksi bentuk sariawan.

    "Yang jelas pertolongan pertama nyerinya diatasi lebih dulu jadi kita pakai antinyeri kemudian lukanya dijaga jangan sampai kotor dan terinfeksi, jangan sampai makin besar jadi mayor, kita harus jaga dan perhatikan," saran Herawanto.

    Lalu mengenai asupan makanan yang diberikan pada anak saat sedang sariawan kita sesuaikan bentuknya. Kalau tadinya dia konsumsi makanan bertekstur padat seperti sehari-hari oleh orang tuanya, anak yang sedang sariawan tentu berbeda teksturnya lebih lunak.

    "Atau kita bisa berikan makanan dalam bentuk cair bubur, kuah, sehingga jika terkena pada sariawannya itu tidak terasa nyeri," kata dia.

    Jika memasuki hari berikutnya makin susah makan maka segera cari pengobatan, sekarang banyak pilihan. Tidak harus langsung obat kimia, misalnya untuk menjaga hidrasi dengan menggunakan aloe vera atau tanaman lidah buaya.

    "Tapi harus tetap dijaga kebersihannya, jangan nanti habis ke kebun petik aloe vera ambil gelnya langsung dioles, harus dibersihkan terlebih dahulu," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggunaan Masker Bagi Sebagian Orang Bisa Menimbulkan Jerawat

    Saat pandemi seperti sekarang ini penggunaan masker adalah hal yang wajib dilakukan.