8 Kode Berpakaian Keluarga Kerajaan Inggris, Wanita Pakai Stocking dan Topi

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Meghan Markle mengenakan gaun Givenchy rancangan Clare Waight Keller dengan perkiraan harga mencapai 4,000 poundsterling (Rp 71,8 juta) dalam acara perdana bersama Ratu Elizabeth. Instagram/@Kensingtonroyal

    Meghan Markle mengenakan gaun Givenchy rancangan Clare Waight Keller dengan perkiraan harga mencapai 4,000 poundsterling (Rp 71,8 juta) dalam acara perdana bersama Ratu Elizabeth. Instagram/@Kensingtonroyal

    TEMPO.CO, Jakarta - Keluarga Kerajaan Inggris telah tunduk pada aturan dan protokol yang ketat, tak peduli dia anggota kerajaan senior atau yang paling muda. Masing-masing harus mematuhi pedoman yang ditetapkan oleh adat istiadat dan tradisi kerajaan. 

    Bahkan dalam hal fashion, ada sejumlah norma gaya resmi dan informal yang harus diikuti oleh pria dan wanita monarki Inggris. Meskipun sebagian besar aturan dan regulasi mungkin tampak aneh dan cukup membatasi, aturan itu harus diikuti dan ditaati oleh semua anggota keluarga kerajaan.

    Berikut kode pakaian keluarga Kerajaan Inggris yang masih ditaati hingga sekarang.

    1. Ratu berpakaian warna cerah

    ADVERTISEMENT

    Ratu Elizabeth II dikenal karena banyak hal, salah satunya adalah kecintaannya pada warna. Tapi ada satu alasan di balik semua itu. Dalam dokumenter "The Queen at 90", Sophie, Countess of Wessex berkata, "Dia harus menonjol agar orang-orang mengenalinya. mampu mengatakan, 'Saya melihat ratu.'"

    2. Tiara simbol hubungan

    Selain cincin kawin, tiara juga menunjukkan status menikah seorang wanita kerajaan. Oleh karena itu, tiara dilarang untuk wanita lajang dan anak-anak dari keluarga kerajaan. Menurut Geoffrey Munn, penulis Tiaras - A History of Splendor, "Ini menandakan mahkota cinta dan hilangnya kepolosan dalam pernikahan."

    Dia melanjutkan, “Tiara keluarga dikenakan oleh pengantin wanita dan sejak saat itu dan seterusnya itu adalah perhiasan pengantin yang diharapkan untuk dipakai. Itu adalah pesan bawah sadar bahwa dia telah pindah dari keluarganya sendiri ke yang lain."

    3. Harus pakai topi

    Topi atau head piece adalah salah satu aksesori dasar untuk wanita kerajaan. Berabad-abad yang lalu, itu adalah etiket mode yang harus diikuti oleh wanita kerajaan. Meskipun seiring berjalannya waktu, aturan dan regulasi telah sedikit berkurang, namun wajib bagi semua wanita kerajaan untuk setidaknya mengenakan topi mereka untuk acara kerajaan.

    4. Pria pakai seragam militer di acara resmi

    Pria kerajaan juga harus mengikuti prosedur tertentu. Kembali ke abad ke-19, pria dari garis keturunan kerajaan harus bertugas di angkatan bersenjata atau memegang gelar militer kehormatan. Itu sebabnya, mereka juga menjadi kebiasaan mengenakan seragam militer di acara-acara dan upacara resmi - termasuk hari pernikahan mereka.

    5. Pakai stocking

    Meski bukan kewajiban, wanita kerajaan harus setiap saat, terutama ketika mereka mengenakan gaun, mengenakan pantyhose atau stocking. Ini adalah permintaan tidak resmi dari ratu untuk menghindari kejadian yang tidak menguntungkan.

    6. Anak laki-laki pakai celana pendek

    Anak-anak kerajaan juga memiliki aturan berpakaian. Keluarga kerajaan memastikan bahwa pangeran muda mereka tidak mengenakan celana panjang melainkan celana pendek, yang juga merupakan pakaian khas mereka.

    7. Sederhana

    Ketika berbicara tentang mode kerajaan, semuanya harus halus dan sederhana - kecuali gaun Ratu tentunya. Dari riasan hingga kuku, tidak ada yang terlalu terang dan keras. Bagaimanapun, kecanggihan dan keanggunan adalah kepanjangan dari keluarga kerajaan.

    8. Tas multiguna

    Bagi orang awam, clutch dan handbags adalah aksesoris yang membantu membawa barang pribadi. Namun, bagi para wanita kerajaan, clutch lebih dari itu. Benda itu juga digunakan oleh Ratu untuk mengirim sinyal kepada staf hingga membantu Putri Diana menutupi belahan dadanya, tas tangan kerajaan memang serbaguna.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 4 dan 3 di Jawa dan Bali, Ada 33 Wilayah Turun Tingkat

    Penerapan PPKM Level 4 terjadi di 95 Kabupaten/Kota di Jawa-Bali dan level 3 berlaku di 33 wilayah sisanya. Simak aturan lengkap dua level tadi...