Nadia Mulya Ungkap Keguguran yang Dialaminya, Beri Semangat untuk Wanita Lain

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nadia Mulya. Instagram/@nadiamulya

    Nadia Mulya. Instagram/@nadiamulya

    TEMPO.CO, Jakarta - Nadya Mulya mengungkapkan bahwa ia mengalami keguguran pada awal Juli 2020. Dia memutuskan untuk menceritakan hal ini kepada publik usai melihat unggahan Chrissy Teigen di Instagram, yang mengalami keguguran usai mendapat perawatan di rumah sakit akibat pendarahan hebat.

    Dalam unggahan terbarunya, Nadia Mulya menceritakan bahwa ia kehilangan calon anak kelimanya tepat 3 bulan yang lalu. Saat itu usia kandungannya sekitar 15 minggu. “Tidak banyak yang tahu, tapi melihat postingannya Chrissy Teigen aku jadi ingin berbagi, tidak pernah mudah kehilangan bayi berapa pun usia kehamilannya,” ujarnya dalam keterangan foto saat ia berada di rumah sakit.

    Nadia menceritakan detail keguguran yang dialami dalam blog-nya Mamamudaskin.com. Dalam kondisi pandemi, dia berusaha menjaga kehamilan sebaik mungkin, namun dari salah satu tes menunjukkan ada indikasi kelainan. Setelah pemeriksaan pun dokter mengatakan bahwa janinnya tidak berkembang dan memilih untuk melakukan kuratase.

    Sebelum kuratase, Nadia mengkonsumsi obat untuk merangsang kontraksi. “Tapi di rumah aku sempat mengalami pendarahan hebat, Sepanjang malam aku ke kamar mandi setiap 15-30 menit dengan darah keluar yang sangat banyak, Dari aku masih bisa jalan bolak balik kamar mandi dan membersihkan lantai yang berceceran darah, hingga sudah tidak ada tenaga untuk bahkan duduk. Jam 4 pagi aku tidak kuat dan tergeletak di lantai kamar mandi.” tulis Nadia. Dia dan suami memang menahan hingga waktu yang ditentukan agar bisa langsung ke ruang tindakan tanpa ke UGD terlebih dulu.

    Setelah tindakan kuratase, lalu pulang ke rumah ia menceritakan keguguran yang dialami kepada keempat anaknya. Mereka yang baru mengetahui pun ikut merasakan kesedihan. Selain itu, dia juga memberitahu keluarga lain dan rekan kerja. Tak ingin larut dalam kesedihan, keesokan harinya Nadia sudah bekerja seperti biasa.
    Karena menyibukkan diri adalah salah satu cara aku menghadapi duka,” ujarnya.

    View this post on Instagram

    A post shared by Nadia Mulya (@nadiamulya) on

    Nadia Mulya mengatakan kehilangan janin dalam kandungan, pada usia kehamilan berapa pun, bukanlah sesuatu yang mudah. Dia mengakui ada rasa bersalah dan kesedihan yang mendalam. “Tapi karena aku pernah mengalaminya dan usia aku yang sudah matang, aku bisa lebih rasional menghadapi ini,” ujarnya.

    Presenter Insert ini memberikan semangat kepada para wanita yang mengalami hal serupa. “Ini bukan salah kamu. Keguguran akibat kondisi janin yang tidak mungkin diselamatkan lagi, tidak mungkin bisa Mama hindari,” ujarnya.  “I am sending you my thoughts, prayers, and love. Sesakit dan se-kosong-nya perasaan hati, yakini ini adalah jalan terbaik yang diatur oleh Tuhan, Sang Pemilik Hidup,” ujarnya.

    Tak dipungkiri, Nadia pun masih merasa sedih jika membayangkan seharusnya kehamilannya sudah sekitar 7 bulan dan akhir tahun atau Januari 2021 menyambut seorang anggota keluarga baru. “Tapi setiap perasaan itu merasuk, aku kembali mengingatkan diriku betapa beruntungnya punya 4 anak yang sehat. Bahwa kehilangan ini sudah diatur Yang Maha Kuasa. Peanut hadir 17 minggu di rahim aku as part of his or her journey as a soul,” ujarnya yang sudah memiliki hasil pemeriksaan jenis kelamin janinnya.

    Di akhir unggahannya di blog, Nadia Mulya mendoakan anak-anaknya. Sejatinya keinginan Nadia Mulya memiliki 6 orang anak sudah terpenuhi. “4 anak sehat sempurna dan menjadi sumber kebahagiaan hari-hariku, dan 2 anak di surga. Peanut dan Pocket, you are always in my heart and my mind. Suatu saat kita akan bertemu ya. Mama love all my children, so, so much,” tandasnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Antisipasi Penyebaran Wabah Covid-19 Saat Maulid Nabi

    Untuk menekan penyebaran wabah Covid-19, pemerintah berupaya mencegah kerumunan dalam setiap kegiatan di masyarakat, termasuk kegiatan keagamaan.