Ikan atau Ayam, Mana yang Lebih Efektif untuk Menurunkan Berat Badan?

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi daging ayam. Tabloidbintang

    Ilustrasi daging ayam. Tabloidbintang

    TEMPO.CO, Jakarta - Ayam dan ikan panggang merupakan dua contoh makanan yang paling banyak dipilih ketika seseorang sedang menjalani diet untuk menurunkan berat badan.

    Cara masak ini memungkinkan Anda mengurangi asupan lemak daripada digoreng, kelebihan lemaknya juga menetes ketika dipanggang. Keunggulan lainnya, ayam dan ikan panggang memiliki kandungan kalori yang lebih rendah daripada daging goreng lainnya.

    Ikan dan ayam panggang juga memenuhi kebutuhan protein, omega-3, dan nutrisi sehat lainnya. Ditambah lagi, kedua sumber ini mengandung lebih sedikit kolesterol dan lemak jenuh daripada jenis daging lainnya.

    Tapi, dari dua pilihan ini, manakah versi yang lebih sehat untuk menurunkan berat badan?

    ADVERTISEMENT

    Dilansir dari Times of India, Kamis, 17 September 2020, sebuah studi baru-baru ini yang dilakukan oleh Journal Nutrition, Metabolism, and Cardiovascular Diseases menemukan bahwa makan ikan bisa menjadi alternatif yang lebih sehat untuk sumber daging lain agar tetap kurus.

    Makan ikan juga bisa mempercepat penurunan berat badan. Para peneliti menemukan bahwa orang yang hanya makan ikan (dan bukan jenis daging lain) dalam periode delapan minggu mencatat penurunan berat badan yang lebih baik daripada mereka yang tidak.

    Studi tersebut juga menyarankan mengonsumsi tiga porsi ikan setiap minggu untuk menurunkan berat badan dan memberikan hasil yang lebih baik.

    Ikan juga mengandung lemak omega-3, yang tidak dapat diproduksi oleh tubuh secara alami. Omega-3 dapat mengurangi peradangan dan tingkat stres dalam tubuh, yang dapat berkontribusi pada penambahan berat badan.

    Penelitian juga mengklaim bahwa makan ikan dapat membantu orang tetap kenyang untuk waktu yang lebih lama, dibandingkan dengan bentuk protein lainnya.

    Namun, perlu diingat bahwa beberapa jenis ikan juga bisa mengandung lemak tinggi, jadi hati-hati dengan jenis ikan yang Anda konsumsi.

    Ikan juga berisiko terkontaminasi merkuri yang berpotensi berbahaya bagi mereka yang memiliki perut sensitif. Ikan mentah harus dihindari terutama oleh wanita hamil dan anak-anak.

    Ilustrasi ikan-ikanan. Pixabay.com

    Lalu, bagaimana dengan ayam bakar? Ayam juga jadi favorit ahli diet. Makanan ini mengandung protein tinggi (satu porsi ayam untuk 27 gram), rendah lemak dan mengandung vitamin dan mineral (seperti Vit. B6, selenium, niasin dan fosfor), untuk membantu menurunkan berat badan dan membangun tubuh yang lebih sehat dan bugar.

    Mengonsumsi ayam secara teratur dapat memperkuat tulang, mengurangi nafsu makan, dan membangun massa otot. Dari semua bagian, dada ayam adalah yang paling sehat dari semuanya.

    Meski demikian, ayam juga memiliki kekurangan. Kebanyakan ayam yang tersedia di pasaran mengandung jejak bahan kimia dan bahan tambahan lainnya yang digunakan untuk pengawetan, terutama yang beku. Jadi, pastikan memilih ayam organik dan alami.

    Hal lain yang harus diperhatikan adalah kandungan lemak yang ditambahkan. Meskipun ayam mungkin rendah lemak, ada risiko lemak ekstra dari kulitnya. Oleh karena itu, melepas kulit adalah pilihan yang lebih baik.

    Jadi, ikan mungkin menjadi pilihan yang lebih sehat daripada makan ayam jika tujuannya adalah menurunkan berat badan. Tapi jika hanya ingin makan sehat, sebaiknya mengonsumsi keduanya secara bergantian dalam jumlah sedang. Jangan lupa makan makanan dengan gizi seimbang.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Resepsi Pernikahan di PPKM Level 4 dan 3

    Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, atau PPKM, dengan skema level juga mengatur soal resepsi pernikahan. Simak aturannya.