Tanpa Masker Face Shield Kurang Efektif Cegah Covid-19, Cek 3 Cara Pakainya

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karyawan mengenakan face shield dan masker saat beraktivitas di pusat perkantoran, kawasan SCBD, Jakarta, Senin, 8 Juni 2020. Kapasitas karyawan hanya dibolehkan sebanyak 50 persen dari jumlah karyawan dalam satu ruangan di masa PSBB transisi. ANTARA/Muhammad Adimaja

    Karyawan mengenakan face shield dan masker saat beraktivitas di pusat perkantoran, kawasan SCBD, Jakarta, Senin, 8 Juni 2020. Kapasitas karyawan hanya dibolehkan sebanyak 50 persen dari jumlah karyawan dalam satu ruangan di masa PSBB transisi. ANTARA/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Jakarta - Banyak orang menggunakan face shield sebagai perlindungan tambahan dari penyebaran virus corona. Tapi ingat, face shield bukan sebagai pengganti masker non-medis. Sejak WHO menetapkan COVID-19 sebagai krisis kesehatan global pada pertengahan Maret 2020 lalu, penggunaan masker sangat dianjurkan. Meski popularitas face shield meningkat, percuma jika tidak disertai dengan penggunaan masker.

    Ada banyak alasan orang memilih menggunakan face shield ketimbang masker non-medis, mulai dari rasa tidak nyaman hingga gerah. Alternatifnya, mereka memilih menggunakan face shield. Biasanya, face shield terbuat dari plastik yang disematkan di kepala dan bisa menutupi bagian wajah hingga dagu. Jika digunakan sebagai alat mencegah masuknya droplet ke hidung, mulut, dan mata, face shield memang sempurna. Meski demikian, syarat mutlak penggunaan face shield tidak akan efektif jika tidak disertai masker. 

    Secanggih apapun face shield yang digunakan, jika tidak disertai dengan masker artinya akses penularan ke mulut, hidung, dan mata masih sangat mungkin terjadi. Dengan demikian, seseorang tidak terlindungi dari infeksi atau penularan virus corona.

    Menurut sebuah studi yang dilakukan di Swiss terkait penyebaran COVID-19. Sebagian dari mereka mengenakan masker, sebagian lainnya memakai face shield. Hasilnya, tidak ada satupun orang yang mengenakan masker dinyatakan positif COVID-19. Sebaliknya, beberapa orang yang hanya menggunakan face shield tanpa masker terinfeksi COVID-19. Artinya, face shield adalah alat pelindung tambahan yang baik untuk menutupi area wajah. Namun, bukan berarti efektivitasnya dapat menggantikan fungsi masker.

    ADVERTISEMENT

    Jika digunakan tanpa masker, fungsi dari face shield pun sia-sia belaka. Namun, para pakar menekankan bahwa tidak ada istilah terlalu berlebihan ketika sudah berbicara tentang perlindungan diri dari COVID-19. Semakin banyak perlindungan, tentu semakin baik. Selain penggunaan masker dan face shield, mencuci tangan berkala, menjaga jarak dengan orang lain, dan sebisa mungkin tetap berada di rumah adalah perlindungan yang efektif.

    Cara tepat menggunakan face shield

    1. Selalu gunakan dengan masker

    Mengingat face shield tidak akan efektif melindungi penggunanya jika digunakan tanpa masker, pastikan selalu memakai masker secara bersamaan. Di era pandemi seperti ini, memakai masker adalah bentuk altruisme yang fundamental. 

    2. Pastikan ukurannya tepat

    Kini banyak pilihan membeli face shield dengan berbagai model dan merek. Hal terpenting adalah memastikan face shield menutupi hingga area bawah dagu. Selain itu, pastikan sisi samping face shield juga hampir mencapai telinga. Jangan ada celah antara dahi dan bagian atas face shield. Jika masih ada celah, artinya kemungkinan droplet mengenai wajah masih tetap ada.

    3. Bersihkan seusai digunakan

    Setiap kali usai digunakan ke luar rumah, segera bersihkan face shield dengan deterjen dan air hangat. Tujuannya adalah untuk membersihkan cipratan yang mungkin menempel di permukaan face shield. Terakhir, bilas dengan air bersih mengalir. Jangan lupa bersihkan face shield dengan bahan berbahan dasar klorin. Sebaiknya jangan gunakan disinfektan berbahan alkohol karena dapat merusak plastik dan lemnya. Bilas dengan air bersih sekali lagi untuk menghilangkan residunya.

    SEHATQ


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selain Makan di Warteg, Ini Sejumlah Kegiatan Asyik yang Bisa Dilakukan 20 Menit

    Ternyata ada banyak kegiatan positif selain makan di warteg yang bisa dilakukan dalam waktu 20 menit. Simak sejumlah kegiatan berikut...