Selain jadi Sayur, Ini Cara Mengolah Daun Kelor tanpa Menghilangkan Nutrisinya

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi daun kelor (pixabay.com)

    Ilustrasi daun kelor (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Daun kelor atau Moringa Oleifera memiliki banyak khasiat kesehatan. Tanaman hijau 18 asam amino, 8 di antaranya sangat dibutuhkan tubuh untuk membangun sel-sel baru. Dalam 100 gram daun kelor terdapat kandungan vitamin C setara 7 kali vitamin C yang ada pada buah jeruk, 4 kali kalsium dalam susu, 4 kali vitamin A dalam wortel, 3 kali kalium dalam pisang, dan 2 kali protein dalam sebutir telur.

    Tingginya kandungan nutrisi pada daun kelor membuatnya banyak digunakan dalam industri obat herbal modern ke dalam bentuk bubuk untuk dijadikan suplemen. Selain berbentuk bubuk, suplemen daun kelor juga banyak dijual dan dikemas dalam bentuk kapsul yang tinggi kandungan vitamin C.

    Selain untuk mencegah anak kekurangan nutrisi, daun kelor juga dapat mengurangi gejala asma, mencegah diabetes, meningkatkan produksi ASI, hingga mengurangi gejala menopause.

    Meski saat ini tersedia dalam bentuk suplemen, daun kelor bisa diolah sendiri di rumah tanpa menghilangkan kandungan nutrisinya. Tidak hanya menjadi sayur, daun kelor juga bisa diolah dengan cara berikut.

    ADVERTISEMENT

    1. Merebus

    Merebus adalah cara paling tradisional mengolah daun kelor. Setelah direbus, daun kelor bisa dikonsumsi seperti sayuran pada pecel atau lalap. Namun, jangan merebus daun kelor terlalu lama, agar kandungan antioksidan di dalamnya tidak larut dalam air yang dibuang setelah merebusnya.

    2. Memasak dengan kuah

    Prinsipnya mirip sama dengan memasak sayur bayam bening. Rebus air sampai mendidih, kemudian masukkan daun kelor, tambahkan jagung muda pipilan, daun salam, serta garam dan gula sesuai selera.

    Makanlah sayur daun kelor selagi hangat agar mendapatkan efek kesehatan dari kandungan antioksidan di dalamnya. Selain itu, sayur daun kelor yang masih hangat lebih nikmat.

    3. Dijadikan teh

    Daun kelor bisa dijadikan minuman seperti the. Caranya, daun kelor yang masih berada di tangkai digantung dengan tali dalam ruangan tertutup berventilasi. Proses pelayuan ini membutuhkan waktu tiga hari. Jangan menjemur daun kelor di bawah terik sinar matahari, karena akan merusak kandungan gizi di dalamnya.

    Setelah layu, daun kelor yang masih bagus (tidak kuning dan tidak berhama) dikeringkan dengan oven. Selanjutnya, haluskan daun dengan blender agar bisa dimasukkan ke dalam kantung teh dan dijadikan teh celup. Daun kelor yang sudah kering juga bisa langsung diseduh dengan air panas menjadi teh tubruk.

    4. Dijadikan permen jeli 

    Untuk anak-anak, coba buat permen jeli daun kelor. Caranya, siapkan bubuk jeli, bubuk daun kelor (dengan proses pembuatan seperti teh), air, gula, dan (bila ada) sirup glukosa. Lalu panaskan air, gula, dan sirup glukosa, campur bubuk daun kelor dan masak hingga mendidih.

    Setelah itu, masukkan bubuk jeli ditambah pewarna makanan jika mau. Setelah mendidih, tuang adonan ke wadah atau cetakan, tutup dengan alumunium foil, simpan pada suhu ruangan selama 24 jam. Permen jeli yang sudah mengeras dapat dikeluarkan dari cetakan atau dipotong sesuai selera.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Greysia / Apriyani, Dipasangkan pada 2017 hingga Juara Olimpade Tokyo 2020

    Greysia / Apriyani berhasil jadi pasangan pertama di ganda putri Indonesia yang merebut medali emas di Olimpiade Tokyo 2020 pada cabang bulu tangkis.