Kopi dan 8 Makanan Ini Pencahar Alami Redakan Konstipasi

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kopi. Unsplash.com/Kira Auf Der Heide

    Ilustrasi kopi. Unsplash.com/Kira Auf Der Heide

    TEMPO.CO, Jakarta - Bagi orang yang menderita konstipasi kerap membutuhkan pencahar. Namun tidak harus mengandalkan obat pencahar, mengonsumsi makanan yang bersifat laksatif alias pencahar alami yang dapat melancarkan buang air besar.

    Obat-obatan pencahar yang dijual di pasaran memang bisa efektif mengatasi konstipasi. Namun di sisi lain, terlalu sering mengonsumsi obat pencahar dapat mengakibatkan ketidakseimbangan elektrolit tubuh. Bahkan, dapat menyebabkan kerusakan ginjal dan jantung dalam jangka panjang.

    Berikut ini pencahar alami untuk melancarkan buang air besar

    1. Chia seeds

    Biji-bijian kecil berwarna hitam ini mudah dikonsumsi dengan berbagai cara. Mulai dari dicampur dalam jus atau smoothies, ditaburkan dalam buah, jadi olahan chia pudding, dan banyak lagi. Kandungan serat yang tinggi dalam chia seeds dapat mencegah terjadinya konstipasi. Dalam 28 gram chia seeds terdapat 11 gram serat. Ketika dikonsumsi, serat ini akan membentuk gel yang dapat membantu membuat proses pembuangan lebih lancar.

    ADVERTISEMENT

    2. Sayuran hijau

    Pilih sayuran hijau seperti bayam dan kale yang dapat membantu lancarnya buang air besar setiap hari. Sayuran hijau ini tinggi serat dan magnesium. Terlebih, magnesium adalah kandungan utama dalam berbagai obat pencahar karena dapat membantu penyerapan maksimal cairan ke usus.

    3. Apel

    Buah apel mengandung 3 gram serat pada tiap sajiannya. Selain itu, apel juga memiliki pectin, jenis serat larut air yang bisa membantu BAB lancar setiap harinya. Dalam sebuah penelitian, diketahui bahwa pectin membantu mempercepat durasi transit makanan di usus besar.

    4. Prune

    Buah prune yang kerap disebut plum kering juga termasuk pencahar alami yang paling populer. Di dalamnya terdapat banyak serat dan juga gula sorbitol. Jenis gula ini dapat menyerap cairan ke usus halus sehingga BAB menjadi lebih lancar.

    5. Buah kiwi

    Jangan lupakan konsumsi buah kiwi untuk memastikan proses BAB bisa lancar setiap harinya. Dalam 177 gram atau secangkir buah kiwi, terdapat 5,3 gram serat. Ini sudah memenuhi 21% rekomendasi kebutuhan serat harian. Kandungan pectin di dalam kiwi juga membantu stimulus pergerakan usus.
    6.  Minyak zaitun

    Sama seperti makanan khas Yunani yang kerap mengandung minyak zaitun, ada banyak penelitian yang menyebut konsumsi minyak zaitun dapat mengatasi konstipasi. Fungsinya seperti lubrikan, memberi lapisan pada rektum sehingga proses BAB lebih lancar. Di saat yang sama, minyak zaitun mempercepat durasi transit makanan di usus halus.

    7. Rhubarb

    Dikenal sebagai tanaman laksatif, rhubarb mengandung sennoside A yang dapat menurunkan level AQP3. Ini adalah jenis protein yang mengatur penyerapan cairan pada feses. Dengan demikian, proses BAB akan menjadi lebih lancar dan mudah.

    8. Lidah buaya

    Tak hanya berkhasiat untuk perawatan rambut dan kulit, gel lidah buaya juga bersifat laksatif. Di dalamnya terdapat anthraquinone glycosides yang bisa menyerap cairan ke usus dan menimbulkan stimulus gerakan saluran pencernaan.

    9. Kopi

    Bagi yang tahu kapan waktu terbaik minum kopi, tentu sering merasa ingin buang air besar tak lama setelah minum secangkir kopi. Ini terjadi karena kandungan kafein dalam kopi memberikan stimulus pada usus seperti halnya pencahar. Setelah minum kopi, tubuh akan memproduksi hormon gastrin yang membantu mencerna makanan di lambung.

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 4 dan 3 di Jawa dan Bali, Ada 33 Wilayah Turun Tingkat

    Penerapan PPKM Level 4 terjadi di 95 Kabupaten/Kota di Jawa-Bali dan level 3 berlaku di 33 wilayah sisanya. Simak aturan lengkap dua level tadi...