Rambut Tumbuh Lebih Tebal di Wajah dan Perut saat Hamil, Tak Perlu Dicukur

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita hamil dan buah pir. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita hamil dan buah pir. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu perubahan saat hamil adalah rambut-rambut atau bulu yang tumbuh lebih tebal di area wajah dan perut. Sebagian wanita yang merasa terganggu karena rambut tampak lebih tegas, perlukah dia sampai harus mencukurnya?

    "Normalnya sebelum hamil, di daerah wajah, punggung ada rambut yang biasanya halus. Saat hamil, karena peningkatan hormon estrogen mempengaruhi pertumbuhan rambut, jadi lebih tebal (terlihat jelas)," ujar dokter spesialis kulit dan kelamin Klinik Bamed, Vita Siphra Sirait dalam Virtual Media Briefing Bamed Healthcare, Rabu, 26 Agustus 2020.

    Pertumbuhan rambut terbagi dalam tiga fase, yakni anagen, fase istirahat (katagen) dan fase kerontokan (telogen). Setelah fase itu selesai, dimulailah fase pertumbuhan baru.

    Ini artinya, setelah hamil seiring penurunan kadar hormon estrogen, fase pertumbuhan rambut juga akan menuju ke telogen yang ditandai rambut rontok termasuk di pipi yang awalnya terlihat tegas akan hilang. Kondisi rambut juga akan kembali seperti semula.

    ADVERTISEMENT

    "Ibu hamil tidak usah khawatir ini (rambut yang terlihat tegas) tidak menetap. Mungkin ada beberapa ibu hamil yang khawatir misalnya mengganggu, karena rambut di area wajah. Mencukur (memotong) sebagian besar tidak akan meningkatkan jumlah rambut atau membuat rambut lebih cepat tumbuh," kata Vita.

    Namun, mencukur bisa memunculkan luka pada kulit. Luka yang berulang bisa menimbulkan efek buruk pada kulit seperti iritasi.

    Untuk itu, Vita tidak menyarankan para wanita hamil memotong rambut yang terlihat tegas, apalagi jika tidak mengganggu.

    "Kalau tidak mengganggu, tidak usah dicukur," tutur dia.

    Selain rambut, perubahan juga bisa terjadi pada kulit wanita hamil seperti hiperpigmentasi, yaitu linea nigra (garis hitam memanjang melewati pusat hingga tulang kemaluan), daerah sekitar puting susu menggelap, serta kulit leher dan lipatan kulit menghitam.

    Kelainan hiperpigmentasi ini juga berkaitan dengan peningkatan hormon estrogen dalam kehamilan menyebabkan peningkatan hormon yang menstimulasi pembentukan pigmen.

    Ibu hamil juga sering mengalami stretch marks akibat peregangan kulit karena perut yang membesar.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.