Tiga Pantangan setelah Minum Madu, Hindari Tidur dan Makanan Manis

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi madu. Freepik.com

    Ilustrasi madu. Freepik.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Madu mengandung nutrisi yang baik untuk menjaga kesehatan tubuh. Cairan kental yang diproduksi oleh lebah ini juga sering dijadikan obat rumahan untuk mengatasi beragam keluhan kesehatan, mulai dari batuk hingga luka. 

    Tapi tahukah Anda bahwa ada pantangan setelah minum madu yang dapat merugikan kesehatan? Jika pantangan-pantangan ini dilanggar, konsekuensi yang akan dihadapi beragam, termasuk obesitas dan masalah pencernaan.

    Berikut tiga hal yang sebaiknya tidak dilakukan ketika minum madu.

    1. Jangan langsung tidur

    Sebagian orang memiliki kebiasaan minum madu sebelum tidur untuk menjaga kesehatan. Padahal, madu memiliki kandungan kalori yang cukup tinggi. Dalam satu sendok makan madu setidaknya terkandung 64 kalori, sementara gula hanya mengandung 49 kalori per sendok makannya.

    ADVERTISEMENT

    Sebaiknya minum madu dilakukan pagi hari sebelum beraktivitas agar kalori tinggi pada madu dapat terbakar. Jika Anda meminum madu sebelum tidur, kalori yang terkandung di dalamnya bisa menumpuk dan dalam jangka waktu lama dapat meningkatkan risiko obesitas.

    2. Jangan konsumsi makanan tinggi gula

    Tidak jarang madu dijadikan pilihan pengganti gula yang lebih sehat. Selain kandungan fruktosa dan glukosa yang lebih rendah dari gula biasa, madu asli juga memiliki kandungan magnesium, kalium, antioksidan, dan mineral lainnya yang bermanfaat.

    Walaupun demikian, madu juga memiliki dampak yang sama dengan gula pada kadar gula darah dalam tubuh. Jadi, konsumsi madu berlebihan dapat meningkatkan kadar gula darah sehingga meningkatkan risiko terjadinya kenaikan berat badan, penyakit jantung, dan diabetes tipe 2.

    Oleh karena itu, jangan konsumsi makanan atau minuman tinggi gula setelah minum madu.

    3. Jangan konsumsi madu yang dipanaskan atau dicampur minyak samin

    Dalam pengobatan Ayurveda yang diajarkan di India, diajarkan bahwa konsumsi madu yang dipanaskan dapat membuat senyawa pada madu sulit dicerna. Hal ini karena madu panas dapat menghasilkan racun ‘ama’ yang biasanya muncul saat tubuh mengalami masalah pencernaan.

    Selain melarang minum madu dengan air panas, ilmu pengobatan tradisional India ini juga melarang konsumsi minyak samin atau ghee bersama madu atau setelah minum madu dalam waktu berdekatan. Kombinasi keduanya dianggap dapat menghasilkan racun bagi tubuh.

    Beberapa peneliti di Laboratorium Riset Ketahanan Pangan di India melakukan penelitian berkaitan dengan pendapat tersebut. Hasilnya menunjukkan bahwa madu yang dipanaskan (>140° Celcius) dan madu yang dipanaskan serta dicampur dengan minyak samin dalam takaran yang sama, menghasilkan HMF (Hidroksimetilfurfural) yang dapat menyebabkan efek merusak dan bisa bertindak sebagai racun bagi tubuh.

    Selain pantangan di atas, sebaiknya tidak memberikan madu pada bayi. Madu, terutama madu mentah, rentan terpapar spora bakteri Clostridium botulinum. Bakteri ini dapat menyebabkan keracunan botulisme, di mana tubuh dapat mengalami kelumpuhan yang mengancam jiwa.

    SEHATQ


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti Istilah Kebijakan Pemerintah Atasi Covid-19, dari PSBB sampai PPKM

    Simak sejumlah istilah kebijakan penanganan pandemi Covid-19, mulai dari PSBB hingga PPKM, yang diciptakan pemerintah sejak 20 April 2020.