Paris Hilton Curhat Pengalaman Traumatis di Masa Remaja

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Paris Hilton berpose di atas karpet merah saat menghadiri peluncuran koleksi terbaru Rihanna, Savage X Fenty di ajang New York Fashion Week di Barclays Center di Brooklyn borough New York, AS, 10 September 2019. REUTERS/Shannon Stapleton

    Paris Hilton berpose di atas karpet merah saat menghadiri peluncuran koleksi terbaru Rihanna, Savage X Fenty di ajang New York Fashion Week di Barclays Center di Brooklyn borough New York, AS, 10 September 2019. REUTERS/Shannon Stapleton

    TEMPO.CO, JakartaParis Hilton jarang mengungkapkan kehidupan masa kecilnya. Kini, dia mengungkapkannya dalam sebuah dokumenter This Is Paris yang akan tayang di YouTube Originals.

    Dokumenter itu menyelami kehidupan bintang televisi tersebut. Kakek buyutnya, Conrad Hilton, adalah pendiri jaringan Hotel Hilton. Meski terlahir dari keluarga kaya, dia tak lepas dari kekerasan mental yang membuat dia trauma di masa remaja ketika bersekolah asrama di Utah.

    Dia mengaku sangat gugup membicarakan masalah itu karena sangat pribadi. "Aku gugup. Sulit bahkan untuk makan, karena perutku seperti terbalik. Aku tidak tahu, itu adalah sesuatu yang sangat pribadi, dan bukan sesuatu yang suka aku bicarakan,” kata dia.

    Paris mengatakan tak ada orang yang benar-benar tahu siapa dia. Dia tak pernah membicarakan segala sesuatu yang terjadi di masa kecil. Sampai sekarang, dia mengaku masih mengalami mimpi buruk tentang hal tersebut.

    ADVERTISEMENT

    Dalam deskripsi dokumenter, diungkapkan bahwa This Is Paris mengungkap masa lalu yang tersembunyi dari seorang ikon internasional, ketika Paris menghadapi trauma memilukan. Ada kisah nyata seorang gadis remaja yang putus asa sehingga melarikan diri ke dalam fantasi.

    Adik Paris, Nicky Rothschild Hilton dan ibu mereka Kathy Hilton juga akan muncul. Proyek ini dipimpin oleh sutradara pemenang Emmy Alexandra Dean dan diproduksi oleh The Intellectual Property Corporation (IPC) dari Media Industri.

    Selama penampilan di The Talk pada awal Maret, Paris mengatakan bahwa syuting film dokumenter selama setahun seperti sebuah terapi.

    "Saya menjadi sangat dekat dengan sutradara, dan dia benar-benar melontarkan banyak pertanyaan kepada saya. Saya mulai memikirkan masa lalu dan apa yang telah saya lalui dan menyadari betapa hal itu mempengaruhi hidup saya dan bagaimana saya bertahan pada begitu banyak trauma begitu lama,” kata dia.

    PEOPLE | DAILY MAIL


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Warga Tak Punya NIK Bisa Divaksinasi, Simak Caranya

    Demi mencapai target tinggi untuk vaksinasi Covid-19, Kementerian Kesehatan memutuskan warga yang tak punya NIK tetap dapat divaksin. Ini caranya...