Menyebabkan Botulisme, Madu Sebaiknya Tak Diberikan ke Bayi

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi madu. shutterstock.com

    Ilustrasi madu. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Dokter spesialis anak di RS Pondok Indah Bintaro, Robert Soetandio, mengatakan, anak berusia di bawah satu tahun sebaiknya tak diberi madu. Alasannya, madu mengandung zat yang berbahaya bagi bayi. 

    "Pemberian madu di bawah satu tahun tidak boleh, ditakutkan ada kontaminasi Clostridium botulinum," kata dia via daring, Ahad, 19 Juli 2020.

    Clostridium botulinum merupakan bakteri juga terdapat dalam madu bisa menghasilkan neurotoksin yang berbahaya di dalam tubuh. Racun ini bisa memunculkan kondisi yang disebut botulisme.

    Laman Healtline mencatat, botulisme adalah kondisi serius yang salah satunya bisa berujung kematian bayi terutama di bawah usia enam bulan berada pada risiko tertinggi.

    ADVERTISEMENT

    Gejala botulisme yang paling umum meliputi kelemahan, sulit makan, sembelit, lesu, anak bisa sulit bernapas dan beberapa bahkan bisa mengalami kejang.

    Gejala ini biasanya muncul dalam 12-36 jam setelah makan makanan yang terkontaminasi bakteri Clostridium. Namun, beberapa anak dengan botulisme mungkin tidak menunjukkan tanda-tanda sampai 14 hari setelah paparan.

    "Jadi (madu sebaiknya) ditunda dulu sampai (anak) berusia setahun ke atas, rasa manis bisa dari yang lain seperti pepaya," demikian kata Robert.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.