Selain Salah Posisi, 2 Sebab Sakit Punggung Saat Bangun Tidur

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sakit punggung atau nyeri punggung. Freepik.com

    Sakit punggung atau nyeri punggung. Freepik.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Beberapa orang mengalami sakit punggung saat bangun tidur. Penyebabnya pun berbeda-beda pada setiap individu, tergantung kebiasaan dan riwayat kesehatannya. Namun tak bisa dipungkiri sakit punggung bisa sangat mengganggu saat  hendak melakukan aktivitas.

    Tidak jarang beberapa kasus sakit punggung harus berakhir dengan terapi atau bahkan di meja operasi. Sebab itu, sangat penting untuk mengetahui penyebab dan cara mengatasi sakit punggung saat bangun tidur. 

    Penyebab sakit punggung saat bangun tidur

    1. Degenerative disk disease (DDD)

    ADVERTISEMENT

    Degenerative disk disease (DDD) atau penyakit diskus degeneratif adalah penyakit yang terjadi saat kondisi diskus punggung kian memburuk seiring waktu. Penyakit ini dapat muncul tanpa pemicu yang jelas atau semata-mata karena penuaan.

    Penyakit diskus degeneratif dapat menyebabkan sakit dan rasa tidak nyaman yang sangat mengganggu, serta bisa memburuk pada pagi hari saat bangun tidur. Hal ini disebabkan karena tekanan yang dialami diskus punggung tulang belakang ketika menopang tubuh saat berbaring atau tertidur.

    Gejala lain dari DDD yaitu otot kaki terasa lemas, Rasa kebas atau menggelitik pada tangan dan kaki, rasa sakit yang memburuk pada saat duduk, mengangkat sesuatu atau membungkuk. Rasa sakit juga bisa bertambah pada saat berjalan, bergerak, atau berganti posisi.

    Untuk mengatasi keluhan sakit punggung karena penyakit diskus degeneratif, bisa dengan pemberian obat antiradang, manipulasi manual, penyuntikan steroid, terapi panas dingin, stimuli elektrik, atau pemasangan brace. Lalu pemberian terapi fisik dan perubahan gaya hidup juga akan dianjurkan untuk mengatasi penyakit ini. Jika kondisi tidak membaik setelah penanganan tanpa bedah maka penanganan dengan cara pembedahan akan disarankan. 

    2. Fibromyalgia (FM)

    Fibromyalgia adalah kelainan bersifat kronis yang membuat pengidapnya merasakan sakit di seluruh tubuh. Seringkali punggung menjadi sarang rasa sakit otot karena fibromyalgia, khususnya pada pagi hari setelah bangun tidur. Gejala lain dari fibromyalgia adalah rasa letih berlebihan, kesulitan konsentrasi, gangguan tidur, gangguan pencernaan, gangguan kemih, sakit kepala, kebas, serta rasa menggelitik di tangan dan kaki.

    Cara mengatasi fibromyalgia berbeda-beda tergantung kondisi pasien. Dokter akan memberikan obat penghilang nyeri dan obat anti radang untuk mengatasi rasa sakit. Selain itu, perubahan gaya hidup dan melakukan terapi mungkin diperlukan.

    Beberapa hal juga dapat dilakukan untuk mengatasi rasa sakit punggung setelah bangun tidur karena fibromialgya, seperti melakukan pemanasan sebelum berolahraga, mandi dengan air hangat setelah bangun tidur untuk membantu melancarkan aliran darah dan melenturkan otot, serta menggunakan bantal dengan posisi lebih tinggi untuk mengurangi tekanan pada punggung.

    3. Posisi tidur yang salah

    Posisi tidur yang salah merupakan penyebab paling umum dari sakit punggung saat bangun tidur. Walaupun alasannya terdengar sederhana, sakit punggung karena posisi tidur yang salah bisa menyebabkan rasa sakit yang cukup berat bahkan bisa bertambah parah jika dibiarkan.

    Bagi sebagian orang, mengubah posisi tidur mungkin sulit dilakukan karena sudah merasa nyaman. Untuk mencegah punggung sakit setelah bangun tidur, gunakan bantal sebagai penopang beberapa bagian tubuh tertentu. Jika Anda terbiasa tidur terentang dapat meletakkan bantal di bawah lutut untuk membantu posisi tulang punggung lebih baik.

    Namun jika Anda terbiasa tidur menyamping, dapat menempatkan bantal di antara kedua kaki untuk membantu memposisikan pinggul dan tulang belakang lebih baik. Jika Anda tidur tengkurap maka dapat mengganjal bagian perut bawah dengan bantal untuk mengurangi lengkungan di punggung bawah.

    SEHATQ


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 4 dan 3 di Jawa dan Bali, Ada 33 Wilayah Turun Tingkat

    Penerapan PPKM Level 4 terjadi di 95 Kabupaten/Kota di Jawa-Bali dan level 3 berlaku di 33 wilayah sisanya. Simak aturan lengkap dua level tadi...