Ajak Wanita Terima Kekurangan, Agatha Suci: Aku Punya Strech Mark

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Agatha Suci ditemui di acara peluncuran edisi terbatas parfum aroma English Lavender Jo Malone di Jakarta, Rabu 11 Maret 2020. TEMPO/Eka Wahyu Pramita

    Agatha Suci ditemui di acara peluncuran edisi terbatas parfum aroma English Lavender Jo Malone di Jakarta, Rabu 11 Maret 2020. TEMPO/Eka Wahyu Pramita

    TEMPO.CO, Jakarta - Platform media sosial berubah menjadi etalase yang menggambarkan representasi tubuh yang sempurna. Walhasil, banyak perempuan yang marasa tidak aman atau insecure atas tubuh sendiri. Topik ini pun menjadi pembicaraan di media sosial, salah satunya oleh penyanyi Agatha Suci

    Suci mengatakan rasa insecure itu muncul ketika para perempuan membandingkan dirinya dengan orang lain. Semua ingin terlihat memiliki fisik yang sempurna. Namun, Suci mengakui bahwa dia memiliki beberapa hal yang selama ini dianggap kekurangan oleh kebanyakan perempuan. 

    "Aku punya stretchmark di perut, glember bekas hamil dan melahirkan dan tidak bisa kenceng lagi, i do have those freckles di muka (apalagi aku tidak rajin ngerawat), i do have those flaws and weaknesses," ungkap Agatha di Instagramnya, 11 Juni lalu.

    Lalu apa yang bisa dilakukan jika memiliki hal tersebut? Kondisi fisik yang dianggap kekurangan itu bisa dirapikan dengan operasi jika memiliki uang. 

    ADVERTISEMENT

    Tapi itu bukanlah intinya. Hal paling penting ialah menerima kekurangan, tetap berusaha jadi lebih baik tanpa memaksakan diri untuk jadi harus jadi sempurna karena memang tidak akan pernah bisa ada manusia yang sempurna.

    "Belajarlah untuk merangkul kecantikan unik Anda sendiri, rayakan hadiah unik Anda dengan percaya diri. Ketidaksempurnaan Anda sebenarnya adalah hadiah," ujar Agatha Suci.

    Perasaan insecure bisa dirasakan siapa saja. Psikoanalis Jerman Eric Fromm mengatakan setiap orang punya cara yang berbeda untuk mengatasinya. Tapi cara paling ideal bukanlah membuat ketidaksempurnaan itu menjadi sempurna. 

    "Tugas yang harus kita tetapkan untuk diri kita sendiri bukanlah untuk merasa aman, tetapi untuk bisa mentolerir rasa tidak aman," kata dia seperti dikutip di laman Psychcentral.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Warga Tak Punya NIK Bisa Divaksinasi, Simak Caranya

    Demi mencapai target tinggi untuk vaksinasi Covid-19, Kementerian Kesehatan memutuskan warga yang tak punya NIK tetap dapat divaksin. Ini caranya...