Ratu Elizabeth II Hanya Makan Buah Musiman, Tolak Hasil Rekayasa

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratu Elizabeth II saat memakai lipstik warna fuchsia. HelloMagazine.com

    Ratu Elizabeth II saat memakai lipstik warna fuchsia. HelloMagazine.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Buah-buahan tertentu seperti mangga, rambutan, atau durian, akan melimpah pada musimnya. Tapi bukan berarti di musim lain buah-buahan itu tidak tersedia. Anda tetap bisa mendapatkannya di supermarket, tentu harganya lebih mahal.

    Namun, semahal apa pun sebenarnya tak masalah bagi Ratu Elizabeth II jika dia mau menikmati buah favoritnya. Tapi sang Ratu dilaporkan hanya mau makan makanan sesuai musim.

    Mantan koki kerajaan, Darren McGrady, dalam wawancara dengan Recipe Plus mengatakan bahwa perempuan 94 tahun itu sangat perhatian pada menu yang disodorkan padanya. Salah satu buah kesukaannya adalah stroberi, tapi tidak akan memakannya di luar musim atau ketika sudah mengalami rekayasa genetika.

    sxc.hu

    "Anda dapat mengirim stroberi setiap hari ke Ratu selama musim panas di Balmoral dan dia tidak akan pernah mengatakan sepatah kata pun. Coba sertakan stroberi pada menu di Januari dan dia akan membatalkannya dan mengatakan jangan berani mengirimi saya stroberi yang dimodifikasi secara genetik. Dia benar-benar hanya makan makanan musiman,” kata Darren.

    Di Inggris, musim stroberi terjadi pada musim panas. Tapi teknologi membuat buah ini bisa berbuah di musim dingin sehingga bisa tersedia sepanjang waktu. 

    Ia melanjutkan, ada satu hal yang dimakan Ratu sepanjang tahun, yaitu cokelat. Bahkan, Darren yang bekerja untuk Keluarga Kerajaan selama 15 tahun mengatakan bahwa Ratu Elizabeth  chocoholic alias penggila cokelat.

    Dalam sebuah wawancara dengan Hello! Magazine, Darren mengatakan makanan apa pun mengandung cokelat yang dimasukkan pada menu, dia akan memilihnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.