Misi Samira Nasr Resmi untuk Fashion dan Komunitas

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Samira Nasr, kepala redaksi majalah Harpers Bazaar edisi Amerika Serikat. Instagram.com/@samiranasr

    Samira Nasr, kepala redaksi majalah Harpers Bazaar edisi Amerika Serikat. Instagram.com/@samiranasr

    TEMPO.CO, Jakarta - Samira Nasr terpilih menjadi editor in chief atau kepala redaksi majalah Harper's Bazaar edisi Amerika Serikat. Dia akan bertugas mengawasi strategi konten dan pengembangan di seluruh platform cetak dan digital.

    Pengumuman tersebut disampaikan oleh Presiden dan CEO Hearst Steven R. Swartz dan Presiden Majalah Hearst Troy Young. Nasr adalah pemimpin redaksi pertama yang berkulit hitam dalam sejarah majalah yang telah berusia 153 tahun itu.

    Menurut Samira Nasr, fashion dan BAZAAR memiliki arti yang sama. Baginya, terpilih menjadi editor adalah hak istimewa yang luar biasa. Dia berencana memindahkan merek warisan ini ke era baru yang penuh warna, inklusif, dan merayakan keindahan mode di setiap platform sembari membawa tradisi arah seni inovatif dan gaya hebat yang dimiliki oleh pembaca BAZAAR.

    "Bagian terindah dari bekerja di majalah adalah kerja tim dan menciptakan komunitas. Saya tidak sabar untuk memulai," tulis Nasr seperti yang dikutip dari laman Bazaar, Rabu 9 Juni 2020.

    Samira Nasr lahir di Montreal, Kanada dan saat ini tinggal di Brooklyn, New York, bersama putranya. Dia memulai kariernya di dunia fashion bekerja sebagai asisten Grace Coddington, mantan direktur kreatif Vogue, setelah sebelumnya meraih gelar sarjana bidang jurnalisme di New York University.

    Nasr sebelumnya adalah direktur fashion eksekutif di Vanity Fair, di mana ia mengelola dan mengarahkan departemen fashion majalah dan semua konten mode, termasuk sampul ikon styling seperti edisi Hollywood tahunan ke-25, edisi gaya musim semi yang menampilkan bintang sampul Lupita Nyong'o, dan edisi Mei 2019 dengan Nicole Kidman.

    Harper's BAZAAR menurut Troy Young adalah merek fashion Amerika terkemuka dengan sudut pandang yang sangat berpengaruh di Amerika Serikat dan di seluruh dunia. "Suara penting Samira akan terus berevolusi sebagai gaya untuk fashion yang paling cerdas," kata Troy Young.

    Peran ini menandai kepulangan ke Majalah Hearst untuk Nasr, yang menjadi direktur mode di ELLE selama lima tahun. Sebelum itu, dia adalah direktur gaya untuk InStyle. Selain bekerja dengan majalah mode papan atas dalam penerbitan, Nasr juga merancang kampanye untuk merek fashion dan kecantikan, termasuk Laura Mercier, Tiffany & Co., Tory Burch, Estée Lauder, L'Oréal, Clarins, dan banyak lagi.

    BAZAAR selalu menghadirkan dunia fashion melalui lensa yang unik, pintar dan bersemangat. Semangat itu juga menggambarkan sosok Samira Nasr yang mengerti dan menyukai dunia mode, tetapi memiliki pandangan yang sepenuhnya modern dan khas.

    “Dia secara alami memahami wanita BAZAAR, karena dia adalah wanita BAZAAR: bergairah tentang fashion, budaya, dan masalah yang penting saat ini. Saya tahu dia akan membuat sesuatu yang ajaib di sini," ucap Young.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.