Tengah Malam Disebut Jam Makan yang Bikin Gemuk, Ini Faktanya

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita makan makanan manis. Unsplash/Thomas Kelley

    Ilustrasi wanita makan makanan manis. Unsplash/Thomas Kelley

    TEMPO.CO, Jakarta - Pernah mendengar bahwa terdapat jam makan yang bikin gemuk, seperti tengah malam? Karena itu, orang yang sedang menjalani program penurunan berat badan sangat menghindari makan di waktu itu. Namun, apakah semua pernyataan itu benar atau hoax?

    Faktanya, jam makan yang bikin gemuk masih cukup kontroversial. Di satu sisi ada yang mengatakan bahwa semuanya hanya berpusat pada kunci pengaturan kalori. Apa pun yang dikonsumsi pada jam berapa pun semuanya tetaplah kalori.

    Oleh karenanya, bukan waktu makan yang membuat gemuk, tetapi jumlah makanan yang dikonsumsi.

    Lantas bagaimana dengan malam hari yang selalu dilabel sebagai jam makan yang bikin gemuk?

    Idealnya, Anda mengonsumsi 90 persen kalori harian sebelum jam delapan malam. Sebab, mengonsumsi makanan di tengah malam berpotensi membuat Anda kebablasan dan malah mengonsumsi makanan dalam jumlah banyak atau berkalori tinggi. Apalagi setelahnya Anda tidur atau tidak melakukan aktivitas yang mengeluarkan banyak kalori.

    Di tengah malam, Anda cenderung akan memakan sesuatu untuk memenuhi rasa lapar atau bosan. Mengonsumsi sesuatu sebelum tidur juga diyakini mampu menimbulkan gangguan pencernaan.

    Meskipun demikian, penelitian mengenai malam hari sebagai jam makan yang bikin gemuk masih perlu ditelusuri.

    Selain itu, terdapat juga riset yang mendapati bahwa makan di pagi hari dan makan terakhir di siang atau sore hari akan membantu Anda menurunkan berat badan. Misalnya, Anda mengonsumsi hidangan pertama Anda pada jam delapan pagi dan kemudian  makan terakhir di jam dua siang.

    Akan tetapi, penelitian ini masih perlu ditelaah kembali untuk mengetahui apakah penurunan berat badan diakibatkan oleh konsumsi sarapan atau dikarenakan waktu jam makan yang dipersingkat.

    Ada pendapat yang mengatakan mengonsumsi sarapan dapat mendukung penurunan berat badan dengan membantu mengurangi nafsu makan dan menghentikan Anda makan secara berlebih. Selai  itu, menerapkan cara makan demikian dapat membantu mengubah pembakaran karbohidrat menjadi lemak. Namun, studi masih diperlukan untuk mengetahui lebih jelas mengenai pembakaran lemak ini.

    Penelitian lain mengungkapkan hal berbeda. Sarapan disebut tidak berdampak besar pada pengaturan kalori setelah makan.

    Pada akhirnya, jam makan yang bikin gemuk dan kontroversi mengonsumsi sarapan atau tidak masih menjadi perdebatan.

    SEHATQ


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H