Halima Aden Rilis Masker Hijab untuk Pekerja Rumah Sakit

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Model berhijab, Halima Aden, tampil di atas catwalk fashion show Max Mara women's Fall/Winter 2017-2018 dalam Milan Fashion Week, di Milan, Italia, 23 Februari 2017. Ia menjadi satu-satunya model berjilbab dalam show tersebut. AP/Luca Bruno

    Model berhijab, Halima Aden, tampil di atas catwalk fashion show Max Mara women's Fall/Winter 2017-2018 dalam Milan Fashion Week, di Milan, Italia, 23 Februari 2017. Ia menjadi satu-satunya model berjilbab dalam show tersebut. AP/Luca Bruno

    TEMPO.CO, JakartaHalima Aden merilis masker inklusif untuk para pengguna hijab, termasuk para perempuan pekerja di rumah sakit. Model dan duta besar UNICEF ini bermitra dengan brand start up Anywear untuk menciptakan serangkaian jilbab dan masker yang nyaman digunakan saat bekerja. 

    Menurut Halima, masker standar yang tersedia saat ini cukup merepotkan para pekerja rumah sakit karena harus dililitkan di telinga dan dipakai di dalam hijab. Mereka harus bolak-balik ke kamar mandi jika ingin memperbaiki posisinya di wajah.

    Model berhijab Amerika-Somalia memanfaatkan keterampilan fashionnya dan pengalaman bekerja di rumah sakit sebagai tenaga kebersihan dalam proyek yang disebut Banding Together. Masker ini dirancang khusus berfungsi sebagai pelindung ekstra dan perisai yang dapat digunakan kembali seperti N95.

    Masker ini terbuat dari bahan organik yang memberi keleluasaan bernapas. Setiap masker dengan tambahan pengait yang memungkinkan dikenakan di belakang kepala, bukannya kaitkan di telinga.

    Halima Aden rilis masker hijab untuk pekerja rumah sakit. (Instagram/@halima)

    Model 22 tahun itu menceritakan pengalamannya sebagai perempuan berhijab yang bekerja di rumah sakit. Ia banyak belajar sanitasi dan sterilisasi. "Anda harus jadi andalan dokter dan perawat, juga jadi pembantu rumah tangga dan staf kebersihan. Kami berperan penting dalam menjaga kesehatan pasien,” kata dia.

    Kini, Halima ingin memberikan bantuan kepada pekerja garis depan yang selalu bermasalah dengan iritasi kulit dan efek samping lain dari memakai masker untuk waktu yang lama.

    Banyak wanita yang mengenakan hijab bekerja di rumah sakit. Mereka juga butuh kenyamanan selama bekerja berjam-jam.

    “Wanita-wanita ini tidak lagi perlu pergi ke kamar mandi untuk memperbaiki hijab dan melepaskan masker yang disangkutkan di belakang telinga di balik hijab. Setiap menit sangat berharga di rumah sakit, terutama dalam kondisi ini. Ini tidak hanya menambah lapisan kenyamanan, tetapi juga menghemat waktu bagi wanita yang mengenakan jilbab,” kata Halima.

    Salah satu pendiri Anywear dan editor Conde Nast, Emily Shippee, mengatakan bahwa ide untuk kolaborasi datang ketika dia menerima laporan para pekerja garis depan yang kekurangan pelindung. Tanpa pikir panjang dia pun mengajak Halima berkolaborasi.

    "Tidak ada yang lebih baik daripada Halima karena dia biasa membersihkan kamar rumah sakit ketika pertama kali mulai bekerja dan memiliki pengalaman langsung yang berharga,” kata Shippee.

    Satu set hijab dan masker dihargai antara US$ 45 –52 atau sekitar Rp 650 ribu hingga Rp 760 ribu dan tersedia dalam berbagai warna. Dan untuk setiap set yang dibeli, satu set lain akan disumbangkan ke rumah sakit.

    VOGUE | TODAY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setelah Wabah Virus Corona, Pemerintah Kini Waspadai Flu Babi

    Di tengah wabah virus corona, pemerintah Indonesia kini mewaspadai temuan strain baru flu babi. Flu itu pertama kali disinggung pada 29 Juni 2020.