Cerita Putri Beatrice yang Mengalami Kesulitan Belajar Disleksia

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Putri Beatrice mengenakan rok lipit. (Hello Magazine)

    Putri Beatrice mengenakan rok lipit. (Hello Magazine)

    TEMPO.CO, Jakarta - Putri Beatrice pernah berjuang dengan disleksia yang membuatnya mengalami gangguan belajar dan berkomunikasi sehari-hari. Tapi dia mampu mengatasinya dan dapat belajar dengan baik. Kini, putri sulung Pangeran Andrew dan Sarah Ferguson itu membantu generasi berikutnya memahami bahwa disleksia bukanlah cacat.

    "Saya sangat beruntung sekolah di tempat yang sangat mendukung, tetapi saya akan menggambarkan sisi pembelajaran sehari-hari yang sebenarnya sangat menantang,” kata dia dalam sebuah video untuk Made by Dyslexia, seperti dikutip People, Selasa, 26 Mei 2020. 

    Disleksia merupakan gangguan belajar dan mengolah informasi yang mempengaruhi kemampuan seseorang dalam membaca, menulis, mengeja, atau berbicara.

    Selama bersekolah, sepupu Pangeran William dan Pangeran Harry ini menggunakan buku-buku berwarna untuk menggambarkan sejauh mana tingkat kemampuan membacanya. Dia selalu berada di buku putih. Sahabatnya selalu di buku kuning atau buku hijau, yang artinya jauh berada jauh di depannya.

    “Pada tahap itu, keraguan muncul begitu saja di kepalamu. Aku tidak cukup baik, aku tidak cukup pintar. Mengapa aku tidak seperti yang lain?" kata perempuan 31 tahun ini.

    Munculnya keraguan adalah saat-saat yang paling menentukan baginya. Dia berpikir, ketertinggalannya di kelas tidak menentukan masa depannya karena belajar adalah momen seumur hidup. Momen-momen seperti inilah yang membantunya menjadi diri sendiri.

    Tantangan tidak hanya muncul saat di sekolah karena disleksia juga sangat mempengaruhi kehidupan sehari-harinya. Seiring dengan pertambahan usianya, disleksianya juga tumbuh.

    “Itu bagian dari Anda, ini bagian dari bagaimana otak Anda berkembang. Itu bukan sesuatu yang salah. Itu adalah bagian yang hebat dari cara kerja otak Anda, dan otak semua orang bekerja dengan sangat berbeda," ujar tunangan pengusaha Italia, Edoardo Mappi Mozzelli. 

    Putri Beatrice mengatakan bahwa bekerja di sebuah perusahaan teknologi membantunya mengembangkan keterampilan komunikasinya. Dia akhirnya menyadari bahwa banyak rekan kerjanya juga menderita disleksia.

    "Saya pikir salah satu kekuatan yang kita miliki sebagai penderita disleksia adalah melihat berbagai hal secara berbeda, menjadi pemecah masalah, menemukan cara-cara baru untuk melakukan sesuatu, menjadi eksperimental, wirausaha," kata Putri Beatrice.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setelah Wabah Virus Corona, Pemerintah Kini Waspadai Flu Babi

    Di tengah wabah virus corona, pemerintah Indonesia kini mewaspadai temuan strain baru flu babi. Flu itu pertama kali disinggung pada 29 Juni 2020.