Gucci Tak Ikuti Fashion Week Sesuai Musim, Hanya 2 Kali Setahun

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang model membawa kepala palsu saat berjalan diatas catwalk ketika memperagakan busana koleksi Gucci Fall/Winter 2018-2019 dalam acara Milan Fashion Week, Milan, 21 Februari 2018. REUTERS/Tony Gentile

    Seorang model membawa kepala palsu saat berjalan diatas catwalk ketika memperagakan busana koleksi Gucci Fall/Winter 2018-2019 dalam acara Milan Fashion Week, Milan, 21 Februari 2018. REUTERS/Tony Gentile

    TEMPO.CO, Jakarta - Gucci membuat perubahan besar pada koleksinya. Merek fashion mewah itu tak lagi mengeluarkan koleksi berdasarkan musim alias seasonless. Gucci kini hanya akan mengikuti pekan mode dua kali setahun alih-alih lima kali seperti tahun-tahun sebelumnya.

    "Saya pikir (kalender fashion week) ini adalah kata-kata basi dan enggak bermutu.. pakaian harus memiliki umur yang lebih panjang dari sekedar atribut yang disematkan oleh kata-kata ini," kata direktur kreatif Gucci Alessandro Michele dalam konferensi virtual dikutip dari Guardian, Selasa 26 Mei 2020.

    Tak ingin terjebak istilah "musim", Michele mengatakan tak akan lagi mengikuti aturan
    mengeluarkan koleksi setiap musim semi/musim panas, musim gugur/musim dingin, cruise atau musim liburan dan pertunjukan sebelum musim gugur. Sebagai gantinya, Gucci akan menampilkan koleksi "tanpa musim" dua kali setahun.

    Model membawakan rancangan Alessandro Michele dalam fashion show Cruise 2019 di Arles, Perancis, Rabu, 30 Mei 2018. Peragaan busana ini menampilkan rancangan untuk rumah mode Gucci. REUTERS/Jean-Paul Pelissier

    Roda pekan mode mengalami hambatan akibat krisis virus corona. Pertunjukan mode pakaian pria dan adibusana yang dijadwalkan Juni-Juli jelas tertunda. Pekan mode pada September masih belum pasti apakah akan digelar atau tidak. Sementara itu Gucci sudah memastikan tak akan tampil di Milan Fashion Week pada September mendatang. Pengumuman Gucci ini sangat penting karena kelompok kuat Italia sejauh ini merupakan merek terkuat yang mendukung perpindahan ke sistem mode yang lebih ramping dan tidak boros.

    Dries Van Noten telah memimpin sejumlah desainer independen yang menyerukan perbaikan radikal industri, dengan lebih sedikit fashion show dan lebih sedikit produk. Diskusi tentang topik ini telah berlangsung di industri selama sebulan terakhir tetapi sebagian besar merek- merek mewah itu sampai sekarang masih diam.
    Label-label besar adalah pihak yang mendapat untung paling besar dari sistem saat ini dan memiliki landasan keuangan yang diperlukan untuk mengatasi krisis ekonomi yang masuk, kurang termotivasi untuk perubahan radikal daripada merek-merek kecil.

    Dengan melemparkan bobot mereka di belakang kekuatan perubahan, Gucci memiliki
    kemampuan untuk menggeser keseimbangan kekuatan dalam percakapan ini.
    Bulan lalu, Saint Laurent mengumumkan akan mengadakan pekan mode Paris September ini dan menetapkan jadwal sendiri ke depan, sebuah keputusan yang dibuat di tengah "gelombang perubahan radikal".


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan RUU Perlindungan Data Pribadi

    Pembahasan RUU Perlindugan Data Pribadi sedianya sudah berjalan sejak tahun 2019. Namun sampai awal Juli 2020, pembahasan belum kunjung berakhir.