Makan Buah Harus dalam Kondisi Perut Kosong, Mitos atau Fakta?

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi makan buah-buahan. Shutterstock

    Ilustrasi makan buah-buahan. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Buah-buahan jadi salah satu sumber vitamin dan mineral penting untuk kesehatan, terutama di masa pandemi virus corona. Salah satu topik paling banyak dibahas saat makan buah adalah saat yang paling tepat. Ada yang mengatakan sebaiknya makan buah dalam kondisi perut kosong, benarkah?

    Klaim tersebut muncul karena makan buah bersamaan dengan makanan lain dapat memperlambat pencernaan dan menyebabkan makanan tetap di perut Anda dan berfermentasi atau membusuk. Selain itu, makan buah dengan makanan disebut menyebabkan perut kembung, ketidaknyamanan dan berbagai gejala lain yang tidak berhubungan.

    Namun, menurut laman Healthline, tak semua pernyataan tersebut benar. Betul bahwa serat dalam buah dapat memperlambat pelepasan makanan dari perut Anda, tapi klaim yang lainnya hanyalah mitos.

    Meskipun buah dapat menyebabkan perut Anda kosong lebih lambat, buah itu tidak menyebabkan makanan tertahan di perut Anda tanpa batas hingga membusuk.

    Satu studi menemukan bahwa pada orang sehat, serat memperlambat waktu yang dibutuhkan perut untuk mengosongkan setengah isinya dari rata-rata 72 menit menjadi 86 menit.

    Meskipun perubahan kecepatan ini penting, perlambatan pencernaan itu cukup untuk menyebabkan makanan membusuk di perut.

    Selain itu, memperlambat pengosongan perut Anda adalah hal yang baik. Ini dapat membantu Anda merasa kenyang lebih lama, yang mungkin membantu Anda makan lebih sedikit kalori dalam jangka panjang.

    Kalaupun makanan tertahan lebih lama di perut, perut Anda dirancang khusus untuk mencegah pertumbuhan bakteri penyebab fermentasi dan pembusukan.

    Ketika mencapai perut, makanan akan bercampur dengan asam lambung, yang memiliki pH sangat rendah sekitar satu atau dua. Isi perut Anda menjadi sangat asam sehingga sebagian besar mikroorganisme sulit berkembang.

    Bagian pencernaan ini terjadi sebagian untuk membantu membunuh bakteri dalam makanan Anda dan mencegah pertumbuhan mikroba.

    Klaim lain yang mengatakan bahwa makan buah bersamaan makanan adalah penyebab kembung, diare dan ketidaknyamanan sama-sama menyesatkan.

    Juga tidak ada dukungan ilmiah di balik gagasan bahwa makan buah dengan perut kosong dapat mempengaruhi umur panjang, kelelahan, atau lingkaran hitam di bawah mata.

    Faktanya, buah bisa dikonsumsi kapan saja sepanjang hari. 
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan RUU Perlindungan Data Pribadi

    Pembahasan RUU Perlindugan Data Pribadi sedianya sudah berjalan sejak tahun 2019. Namun sampai awal Juli 2020, pembahasan belum kunjung berakhir.