Hari Kartini saat Pandemi, Ini Pesan Menteri Bintang Puspayoga

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri PPPA Bintang Puspayoga usai ditemui di acara konferensi pers Kasus Kekerasan dan Eksploitasi terhadap Anak yang digelar Kementerian KPPPA di Jakarta, Senin 17 Februari 2020 (TEMPO/Eka Wahyu Pramita)

    Menteri PPPA Bintang Puspayoga usai ditemui di acara konferensi pers Kasus Kekerasan dan Eksploitasi terhadap Anak yang digelar Kementerian KPPPA di Jakarta, Senin 17 Februari 2020 (TEMPO/Eka Wahyu Pramita)

    TEMPO.CO, Jakarta - Hari Kartini yang diperingati setiap 21 April menjadi momen yang bermakna bagi para perempuan. Kita kembali diingatkan bahwa perjuangan Kartini mencerdaskan perempuan tidaklah mudah, namun menyerah bukanlah pilihan.

    Semangat itulah yang disampaikan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga melalui video yang diterima Tempo.co, Selasa, 21 April 2020. Apalagi, peringatan Hari Kartini tahun ini berlangsung di tengah pandemi virus corona. A

    Selama pandemi corona, semua orang diminta untuk tetap di rumah untuk mencegah penularan virus. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi perempuan. Ada yang harus bekerja dari rumah sambil mengajari anak yang juga belajar dari rumah, juga tetap mengurus kebutuhan keluarga yang lain. 

    Namun RA Kartini mengajarkan bahwa tantangan bukan jadi penghalang. Menteri Bintang mengatakan, dalam kondisi ini perempuan harus tetap cerdas dan kritis dalam menerima sumber, berpikir kreatif dalam memanfaatkan waktu belajar dan bekerja dari rumah.

    "Sabar mengajar, mendidik dan mendampingi anak di rumah. Demikian juga pantang menyerah menghadapi kondisi saat ini, serta selalu berpikir positif bahwa Covid-19 di negara kita akan berakhir," kata Menteri Bintang.

    Momen ini juga menjadi saat yang tepat untuk kita mengenang kembali bagaimana kiprahnya sebagai salah satu pelopor terwujudnya emansipasi perempuan Indonesia, khususnya dalam akses pendidikan bagi kaumnya.

    Perjuangan belum selesai sampai di sini, masih ada tanggung jawab perempuan untuk mewujudkan cita-cita negara yang tertuang dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 45 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.

    "Artinya pemerataan pendidikan harus dilakukan sampai ke pelosok daerah terpencil sekalipun. Tidak boleh ada anak yang tidak sekolah, tidak boleh ada anak putus sekolah," ujar dia.

    Kesetaraan pendidikan harus ditegakkan, rasa haus akan ilmu, rasa ingin terus berkembang harus ditanamkan untuk diri sendiri.

    "Selamat Hari Kartini, mari kita terus sama-sama belajar untuk mewujudkan sumber daya manusia unggul Indonesia maju," tutup Menteri Bintang.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuai pro dan kontra.