Pandemi Corona, Perlukah Pasangan Menunda Program Hamil?

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ibu hamil. (Unsplash/Suhyeon Choi)

    Ilustrasi ibu hamil. (Unsplash/Suhyeon Choi)

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyebaran Covid-19, penyakit yang disebabkan oleh virus corona baru, sulit dihindari saat ini. Itu sebabnya Anda disarankan untuk tetap berada di rumah melakukan social distancing. Anda hanya boleh ke luar rumah untuk hal-hal yang penting, misalnya belanja bahan makanan atau ke dokter. 

    Namun, Anda boleh mengunjung dokter untuk kasus kegawatdaruratan. Perhimpunan kedokteran mengeluarkan imbauan untuk menunda konsultasi ke dokter baik di klinik atau rumah sakit selama masa pandemi. 

    Begitupun Perhimpunan Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan yang mengeluarkan protokol pencegahan penularan Covid-19. Perdoski mengimbau masyarakat agar bersama melakukan bagian yang bisa dilakukan. Anda hanya dianjurkan ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan jika mengalami keluhan sebagai berikut. 

    1. Muntah hebat
    2. Perdarahan
    3. Kontraksi/nyeri perut hebat
    4. Pecah ketuban
    5. Tekanan darah tinggi
    6. Nyeri kepala hebat
    7. Kejang
    8. Tidak merasakan gerak janin

    Kegawatdaruratan juga terjadi pada pasien infertilitas yang sedang menjalani program kesuburan atau bayi tabung: nyeri perut bawah hebat, perdarahan hebat, dan keputihan hebat berbau. 

    Menurut dokter spesialis kebidanan dan kandungan Ferry Darmawan dalam Kulwap Kalcare Rabu, 1 April 2020 hingga saat ini penelitian Covid-19 fertilitas dan kehamilan sangat terbatas, beberapa kasus ditemukan relatif aman, namun belum diketahui jangka panjang seperti apa.

    "Saat ini perhimpunan dokter tidak melakukan program hamil meskipun pasangan terbebas dari Covid-19. Untuk pasien yang sedang menjalani program bayi tabung sebaiknya dilakukan metode pembekuan semua embrio," terang Ferry.

    Ferry juga mengatakan agar operasi yang berkaitan dengan program hamil juga ditunda. Sementara tindakan atau program yang sudah setengah jalan diselesaikan dengan kehati-hatian.

    "Anda dan pasangan bisa saja tidak bergejala, namun jika salah satu dari Anda positif maka penularan mungkin bisa terjadi. Untuk itu silakan manfaatkan waktu meningkatkan kualitas hubungan. Anda bisa berhubungan secara alami 2-3 kali seminggu," saran Ferry.

    Sementara itu, untuk ibu hamil memiliki risiko yang sama dengan pasien umum untuk tertular COVID-19. Untuk tempat pilihan bersalin, sebaiknya sesuai indikasi. Bila tidak ada penyulit, bisa melahirkan dengan bantuan bidan. Sebaiknya pilih rumah sakit yang bukan rujukan Covid-19

    Saat ini, menurut Ferry belum ada penelitian yang mumpuni mengenai hal ini. Ada penelitian dengan sampel yang kecil yang mengatakan adanya antibodi terhadap virus corona pada bayi. Namun hal ini bukan berarti bayi yang dilahirkan imun terhadap Covid-19.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekaman 8 Menit 46 Detik Drama Kematian George Floyd

    Protes kematian George Floyd berkecamuk dari Minneapolis ke berbagai kota besar lainnya di AS. Garda Nasional dikerahkan. Trump ditandai oleh Twitter.