Tunda ke Dokter Kulit Selama Pandemi Corona, Kecuali Kondisi Ini

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kulit wajah sensitif. shutterstock.com

    Ilustrasi kulit wajah sensitif. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Penularan virus corona baru atau Covid-19 yang cepat melalui droplet dari orang yang terpapar menimbulkan kekhawatiran kalangan medis. Sejumlah perhimpunan kedokteran mengeluarkan imbauan untuk menunda konsultasi ke dokter baik di klinik atau rumah sakit selama masa pandemi. Kecuali jika terdapat kondisi kegawatdaruratan yang membutuhkan pertolongan segera.

    Begitupun Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia atau Perdoski yang mengeluarkan protokol pencegahan penularan Covid-19. Perdoski mengimbau masyarakat agar bersama melakukan bagian yang bisa dilakukan.

    Salah satunya dengan cara menunda kunjungan Anda ke dokter spesialis kulit dan kelamin kecuali mengalami kondisi gawat darurat. Beberapa kondisi gawat darurat antara lain sebagai berikut. 

    1. Kondisi kulit melepuh yang meluas

    2. Ruam kulit meluas dengan atau tanpa demam

    3. Melepuh disertai lecet di sekitar mata, mulut atau kelamin

    4. Biduran atau kaligata disertai bengkak di mata dan bibir

    5. Bercak kulit yang disertai nyeri

    Perdoski juga mengimbau jika harus ke klinik atau rumah sakit karena kondisi kegawatdaruratan, ikuti protokol kesehatan yang dianjurkan, yaitu menjaga jarak sosial saat antre di rumah sakit, memakai masker selama berobat, dan mencuci tangan usai tindakan dengan air sabun dan air mengalir.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekaman 8 Menit 46 Detik Drama Kematian George Floyd

    Protes kematian George Floyd berkecamuk dari Minneapolis ke berbagai kota besar lainnya di AS. Garda Nasional dikerahkan. Trump ditandai oleh Twitter.