Pandemi Corona Bikin Cemas dan Sulit Tidur, Ini Saran Psikiater

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tidur. Unsplash.com/Kinga Cichewicz

    Ilustrasi tidur. Unsplash.com/Kinga Cichewicz

    TEMPO.CO, Jakarta - Di masa pandemi corona dan semua orang dianjurkan di rumah saja, banyak orang yang mengalami perubahan siklus harian, termasuk jam tidur. Pernahkah Anda mengalami susah tidur atau insomnia di masa-masa tak menentu begini? 

    Jika gangguan tidak bisa tidur meresahkan, artinya kecemasan telah menguasai Anda. Menurut spesialis kedokteran jiwa Jiemi Ardian, hal pertama yang bikin kita kurang tidur ialah rasa takut kurang istirahat, disebut dengan cemas antisipasi. 

    "Nah mau diminumin obat kalau kita masih berpikir dengan pola yang sama, 'Aduh gimana nih nanti kalau susah tidur sistem imunnya.' Itu yang akan bikin susah tidur, yang jadi biang masalahnya," ucap Jiemi melalui kanal YouTubenya, Jumat, 27 Maret 2020.

    Lalu, langkah apa yang bisa kita lakukan untuk mengatasi masalah kurang tidur tersebut? Pertama, perlu dibenahi dulu pola pikir kita, mulailah berpikir bahwa masa depan itu tidak ada yang pasti dan kita hanya mengetahui masa kini.

    "Betapa pun usaha kita mengendalikan masa depan itu tetap tidak pasti. Ya sudah belajar dilepaskan. Tapi bagaimana melepasnya kalau pikiran saya tetap mikirin itu? Betul pikiran kita memang liar, kita tidak bisa kendalikan dengan mudah. Satu satunya cara untuk otak-atik pikiran adalah memikirkan hal tersebut," jelas Jiemi.

    Kita geser kemana pikiran? Jiemi menyarankan agar mulai berpikir hal yang netral, misalnya besok mau makan apa atau memikrikan tadi pagi sarapan berapa sendok, pisang yang dimakan tadi kalorinya berapa, sesuatu yang sifatnya membuat pikiran kita nggak kemana-mana dan biasa saja. Apa pun terserah, yang penting geser pikiran antisipasi tadi ke hal-hal yang berisfat netral. 

    Kedua, lakukan sleep hygiene, mulai dari lampu mati, tidak boleh tidur sambil lihat TV atau HP 30 menit sebelum tidur, suhu 3 derajat di bawah suhu ruangan. Pilih juga kasur yang membuat kita lebih nyaman, entah itu yang lebih keras atau empuk. 

    Lalu jika rasa kantuk sudah datang, Anda bisa mencoba tiduran. "Kalau tidak bisa tidur satu jam setelah berada di kasur, jangan memaksakan diri untuk tidur tapi turun dan bergerak," ucapnya.

    Lakukan aktivitas ringan, tapi jangan main ponsel karena itu justru bisa mengganggu tidur. "Kalau saya lebih menyarankan melakukan aktivitas yang kita benci. Contoh saya tidak suka sikat kamar mandi, ya sudah lakuin. Jadi pikiran merasa nggak suka, mendingan tidur," lanjutnya.

    Ketiga, jika dengan cara mengalihkan ke pikiran dan sleep hygiene sudah tidak bisa dan sudah mau pakai zat lain untuk membantu tidur boleh saja. Sebetulnya banyak zat yang bisa membantu tidur, teh chamomile misalnya.

    "Yang pertama kali dilakukan sebetulnya adalah pikiran dan sleep hygiene. Obat itu sebetulnya tahap ke sekian. Kalau saya boleh memilih, saya akan perbaiki pola pikir dulu lalu. Misalnya butuh, ya baru obat. Itu next step," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekaman 8 Menit 46 Detik Drama Kematian George Floyd

    Protes kematian George Floyd berkecamuk dari Minneapolis ke berbagai kota besar lainnya di AS. Garda Nasional dikerahkan. Trump ditandai oleh Twitter.