Ralph Lauren Bikin Masker dan Pakaian Isolasi untuk Hadapi Corona

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Desainer Ralph Lauren beserta istri Ricky Anne Loew-Beer. Instagram/@ralphlauren

    Desainer Ralph Lauren beserta istri Ricky Anne Loew-Beer. Instagram/@ralphlauren

    TEMPO.CO, Jakarta - Perancang busana Ralph Lauren bakal mengalihkan fasilitas produksinya untuk membuat masker dan pakaian hazmat bagi para petugas medis yang menangani corona. Ia akan memproduksi 250 ribu masker dan 25 ribu pakaian hazmat atau pakaian isolasi di Amerika Serikat melalui yayasannya.

    Yayasan ini juga menyumbangkan US$ 10 juta atau sekitar Rp 160 miliar untuk menghadapi pandemi virus corona secara global.

    "Di jantung perusahaan kami, selalu ada semangat kebersamaan yang menginspirasi kreativitas kami, kepercayaan diri kami dan yang paling penting dukungan kami satu sama lain. Dalam beberapa minggu dan bulan terakhir, semangat itu tidak pernah goyah," kata Ralph Lauren, ketua eksekutif merek fashion, seperti dilansir BBC, Jumat, 27 Maret 2020.

    Merek fesyen H&M dari Swedia, ritel fesyen kedua terbesar dunia, juga mulai memproduksi masker pelindung wajah untuk staf rumah sakit dan akan mengirimkan pasokan pertama ke Spanyol dan Italia.

    "Pada tahap awal, 100 ribu masker akan dibuat dan siap dikirimkan pada 2 April. Setengahnya akan dikirim ke Italia, setengah lainnya ke Spanyol. Pabrik di China yang membuat masker itu," kata juru bicara H&M dalam surel seperti dilansir Reuters.

    Pekan lalu, H&M mengatakan mereka mencari cara untuk menggunakan jaringan pemasok untuk dijadikan alat pelindung diri bagi awak rumah sakit demi mencegah penyebaran virus corona.

    Masker tersebut punya standard N95/FFP2 yang melindungi dari percikan cairan di mana virus menyebar.

    Sebelumnya, induk perusahaan brand fashion Spanyol Zara, Inditex, mengalihkan pabrik dan tim logistiknya untuk memproduksi masker dan pakaian medis, termasuk sarung tangan, kacamata, dan topi untuk pasien dan pekerja medis di rumah sakit.
     
    Perusahaan kosmetik L’Oreal juga melakukan hal yang sama. Mereka mengalihkan pabriknya untuk memproduksi hand sanitizer yang mengalami kelangkaan saat wabah corona mulai merebak.

    LVMH, perusahaan yang menaungi brand Louis Vuitton dan Dior, juga mengalihkan fasilitas produksi parfumnya untuk membuat hand sanitizer.

    Adapun bos-bos rumah mode seperti Miuccia Prada, Donatella Versace, dan Giorgio Armani memberikan sumbangan untuk membantu orang yang terkena dampak penyebaran virus ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekaman 8 Menit 46 Detik Drama Kematian George Floyd

    Protes kematian George Floyd berkecamuk dari Minneapolis ke berbagai kota besar lainnya di AS. Garda Nasional dikerahkan. Trump ditandai oleh Twitter.