Ibu Hamil Ngidam Makan Steak Setengah Matang, Ini Syaratnya

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Steak Wagyu Sirloin, Willie Brothers Steakhouse. Tempo/Reza Maulana

    Ilustrasi Steak Wagyu Sirloin, Willie Brothers Steakhouse. Tempo/Reza Maulana

    TEMPO.CO, JakartaIbu hamil atau bumil butuh banyak nutrisi untuk memenuhi kebutuhannya beserta janin di dalam kandungan. Namun, bukan berarti bumil bebas mengonsumsi apa pun. Salah satu pantangan ibu hamil adalah makanan yang belum matang.

    Lalu bagaimana dengan steak yang tingkat kematangannya tidak sempurna alias medium? Seperti diketahui, daging adalah makanan ideal untuk dikonsumsi ibu hamil karena kaya zat besi.

    Menurut dokter ahli kandungan Ivan Sini, ada syarat yang harus dipenuhi sebelum perempuan hamil menyantap steak yang kematangannya tidak sempurna.

    “Idealnya, harus makan yang betul-betul matang dalam tiga bulan pertama kehamilan,” kata Ivan dalam peluncuran menu Steak Karambia di restoran Cikang, Jakarta, Kamis, 12 Maret 2020.

    Setelah trimester awal terlewati, ada kelonggaran untuk kaum Hawa yang gemar menyantap daging steak yang lebih juicy dan tidak alot.

    “Banyak orang takut makan daging, takut ada kista atau myom, namun daging itu komponen sehat untuk ibu hamil.”

    Namun, ia menegaskan sebaiknya memilih restoran yang makanannya terjaga kebersihannya untuk menekan risiko infeksi saluran cerna.

    Steak well done yang matang sempurna biasanya kering dan tidak juicy dengan tampilan cokelat. Lemak dan “jus” dalam daging sudah habis karena dimasak dalam waktu lama, dagingnya jadi tidak terlalu empuk.

    Mereka yang ingin steak lebih juicy dapat memilih tingkat kematangan medium rare di mana bagian dalamnya masih terlihat merah dan tingkat kematangannya hingga 60 persen.

    Bisa juga memilih kematangan medium di mana bagian dalam daging masih agak kemerahan. Atau pilih medium well yang hampir matang sempurna, tapi tidak sekeras well done. Tingkat kematangannya sekitar 80 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.