Kisah Kakak Adik Bangun Brand Pakaian Muslimah Heaven Lights

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jihan Malik dan Emma Malik, kakak beradik pendiri jenama lokal modest fashion Heaven Lights saat ditemui di Annual Show pertama mereka di Jakarta, Rabu, 12 Februari 2020 (TEMPO/Eka Wahyu Pramita)

    Jihan Malik dan Emma Malik, kakak beradik pendiri jenama lokal modest fashion Heaven Lights saat ditemui di Annual Show pertama mereka di Jakarta, Rabu, 12 Februari 2020 (TEMPO/Eka Wahyu Pramita)

    TEMPO.CO, Jakarta - Fashion modest menjadi salah satu bisnis paling moncer di Indonesia. Dari jilbab hingga gamis, produk fashion ini selalu laris manis di pasar. Tak heran brand-brand baru bermunculan mengisi peluang tersebut. Di antara banyak brand, Heaven Lights adalah salah satu yang punya penggemar setia. Mereka memiliki 1,2 juta  pengikut di Instagram.

    Brand yang awalnya menjual hijab ini selalu habis terjual begitu mereka membuka pesanan, meskipun jumlahnya puluhan ribu item.

    Adalah kakak beradik Jihan Malik dan Emma Malik yang berada di balik sukses brand busana muslim itu. Founder Heaven Light Jihan Malik mengatakan, mulanya dia jualan untuk mengisi waktu luangnya sebagai ibu rumah tangga, pada 2013.

    "Awalnya memang buat mengisi waktu saja tetapi kok respons lama-lama semakin baik dan membuat kami juga excited membuat produk yang lebih serius lagi," ucap perempuan 41 tahun ini dalam konferensi pers yang digelar sebelum Heaven Lights Annual Show dimulai, Rabu, 12 Februari 2020.

    Fashion show koleksi kolaborasi Heaven Light dan Kami yang berjudul Samarka terinspirasi dari suasana pasar-pasar tradisional di Marrakesh, Maroko, yang diadakan di The Ritz-Carlton Pacific Place, Jakarta Pusat, Rabu 12 Februari 2020.TEMPO/Eka Wahyu Pramita

    Jihan mengatakan, awalnya ia mengambil produk dari orang lain atau supplier karena ia belum memproduksi sendiri. "Karena hobi saya berjualan, walaupun ada tantangan kita menjalankan dengan happy," kata dia.

    Emma Malik, adik perempuan Jihan, turut membantu bisnis sang kakak. Saat itu dia masih kuliah semester akhir dan belum berkeluarga sehingga masih banyak waktu luang. “Benar-benar iseng mencoba buat jualan kerudung karena saat itu kan belum banyak brand serupa. Nggak menyangka ternyata sekarang kami bisa produksi sendiri," ucap perempuan 21 tahun ini.

    Saat mereka mulai mengembangkan Heaven Lights, belum banyak brand yang berani menjual hijab dari bahan berkualitas, seperti voal, dengan harga terjangkau. Mereka membaca itu adalah peluang. “Saya fokus mencari bahan yang nyaman dikenakan dan enak dipakai sehari-hari. Produk yang saya jual, saya pakai dulu, cocok atau nyaman nggak saat dipakai," tuturnya.

    Setelah merasa nyaman dengan pilihan bahan, mereka pun berani memasarkannya. Benar saja, kualitas bahan dan jahitan Heaven Lights mengundang peminat yang luar biasa. Bahkan banyak yang kesulitan mendapatkan produk mereka. Akhirnya, banyak penyedia jasa titip atau jastip yang juga membuka peluang menjual produk Heaven Lights.

    Berbekal bahan hijab voal berkualitas dan harga terjangkau, produk Heaven Lights sering langsung habis dalam sekejap. Pada 2018, mereka pernah menjual hijab lebih dari 25 ribu helai hanya dalam waktu unggah hitungan menit.

    Berkah luar biasa yang dirasakan oleh kakak beradik ini akhirnya membuat mereka memberanikan diri untuk melangkah lebih lebar dengan menghelat debut Heaven Light Annual Show 2020 yang diberi tajuk "First Light".

    Tak berjalan sendiri, mereka menggandeng brand modest premium Kami dengan motif geometris dalam koleksi Samarka, serta selebgram hijabers Mega Iskanti dalam kolaborasi yang bernama Madra, inspirasi dari madrasah di Maroko.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.