Mana yang Lebih Baik, Makan Sebelum atau Sesudah Olahraga?

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi berolahraga. Shutterstock

    ilustrasi berolahraga. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Mana yang lebih baik, makan sebelum olahraga atau sesudahnya? Dilema mengenai hal ini umum terjadi, tapi yang paling penting diperhitungkan adalah preferensi setiap orang.

    Baik makan sebelum olahraga maupun setelah menuntaskannya sama-sama benar, bergantung pada kondisi fisik masing-masing orang.

    Bisa saja makan sebelum olahraga adalah hal krusial bagi sekelompok orang tertentu seperti atlet atau orang yang berolahraga dengan durasi panjang.

    Di sisi lain, ada juga individu yang bisa memaksimalkan manfaat olahraga mereka apabila “puasa” atau tidak makan sebelum olahraga.

    Bukan berarti bisa ditarik satu kesimpulan bahwa makan sebelum olahraga tidak baik. Pun sebaliknya, bukan berarti pula makan setelah olahraga adalah hal yang salah.

    Ada banyak faktor yang berpengaruh sebelum memutuskan makan sebelum olahraga atau sesudahnya. Mulai dari waktu, kondisi tubuh, jenis olahraga, dan banyak lagi.

    Berikut aturan makan sebelum dan sesudah olahraga.

    Jarak waktu makan dan olahraga

    Jika ingin makan sebelum olahraga, maka pilihlah makanan tinggi karbohidrat, tinggi protein, namun rendah lemak setidaknya 3-4 jam sebelum mulai berolahraga.

    Karbohidrat akan memberikan suplai glikogen yang diperlukan tubuh untuk berolahraga seperti yoga, gym, atau sekadar jogging.

    Orang yang ingin berolahraga di pagi hari juga perlu mempertimbangkan jarak antara waktu bangun tidur dengan kapan mulai berolahraga. Apabila olahraga dilakukan di pagi hari, mungkin tidak ada waktu untuk mencerna makanan jika dikonsumsi sebelum berolahraga.

    Tujuan berolahraga

    Ada orang yang berolahraga karena hobi, ada pula yang mengusung misi tertentu seperti menurunkan berat badan. Jika yang kedua adalah tujuan Anda berolahraga, pilihlah makanan dengan karbohidrat kompleks seperti biji-bijian atau gandum utuh sehingga memenuhi nutrisi dan kebutuhan serat.

    Selain itu, hindari konsumsi karbohidrat sederhana seperti roti, cookies, minuman bersoda, atau makanan dalam kemasan lainnya.

    Durasi berolahraga

    Ada yang meyakini bahwa tidak makan sebelum olahraga akan membuat manfaat berolahraga dua kali lipat lebih besar. Faktanya, menurut banyak penelitian tidak ada hubungan antara makan sebelum olahraga dengan berapa kalori yang dibakar apabila olahraganya berdurasi kurang dari 30 menit.

    Alasannya, tubuh manusia dapat menyimpan sekitar 2.000 kalori, belum lagi yang ada di lemak. Semua energi ini memungkinkan seseorang untuk punya energi sebelum berolahraga meski belum makan berjam-jam sekalipun.

    Kembalikan fungsi tubuh setelah olahraga

    Terlepas dari dilema tentang makan sebelum olahraga atau sesudah, satu hal yang pasti adalah tubuh memerlukan asupan nutrisi – terutama protein dan karbohidrat – setelah berolahraga. Tujuannya adalah membantu tubuh kembali bugar setelah berolahraga.

    Interval waktu makan setelah olahraga

    Apabila Anda memutuskan makan setelah olahraga, tidak perlu langsung makan di detik setelah selesai berolahraga. Bahkan apabila Anda makan 2 jam setelah berolahraga sekalipun, masih ada cadangan karbohidrat (glikogen) di otot yang digunakan tubuh.

    Sebisa mungkin, pilih makanan atau minuman yang tepat untuk dikonsumsi baik itu sebelum maupun sesudah olahraga. Dengan demikian, tubuh akan mendapat ekstra manfaat dari pola makan tepat dan juga manfaat aktif bergerak.

    SEHATQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.