Cut Meyriska Hamil, Ini Perubahan Tubuh Ibu di Trimester Pertama

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pertunangan Cut Meyriska dan Roger Danuarta (Instagram @rogerojey)

    Pertunangan Cut Meyriska dan Roger Danuarta (Instagram @rogerojey)

    TEMPO.CO, JakartaCut Meyriska dan suaminya, Roger Danuarta, tengah berbahagia. Pasangan yang menikah pada 17 Agustus 2019 itu bakal menjadi orang tua setelah Cut Meiriska dinyatakan hamil.

    Kabar bahagia ini disampaikan Chika, sapaan Cut Meyriska, melalui tayangan di channel YouTube mereka pada Jumat, 1 Februari 2020. Dalam tayangan itu Chika dan Roger melakukan tukar kado. Chika membuat Roger terkejut dan berlinang air mata setelah membuka kado yang berisi beberapa lembar foto USG rahimnya.

    “Kamu hamil? Kamu hamil beneran? Terima kasih ya Allah. Aku senang banget,” kata Roger Danuarta sambil tertawa dan memeluk sang istri.

    Chika lalu menjelaskan bahwa foto USG tersebut memperlihatkan calon bayi mereka yang baru berusia 8 minggu. “Kalau kata dokter ini 7 mau jalan 8 minggu. Jadi masih kecil banget,” kata Chika yang mengaku baru dua hari lalu mengetahui kehamilannya.

    Seperti Chika, umumnya ibu hamil mengetahui kehamilannya di bulan kedua. Meski tanda-tanda awal kehamilan sudah terlewat, ada beberapa perubahan fisik yang dialami ibu hamil di periode ini.

    Dilansir dari What to Expect, brikut perubahan fisik yang dialami ibu hamil di trimester pertama.  

    1. Payudara yang lunak dan bengkak

    Segera setelah pembuahan, perubahan hormon mungkin membuat payudara Anda sensitif atau sakit. Ketidaknyamanan akan berkurang setelah beberapa minggu karena tubuh Anda menyesuaikan diri dengan perubahan hormon.

    2. Mual dengan atau tanpa muntah

    Morning sickness, yang dapat menyerang kapan saja di siang atau malam hari, seringkali dimulai satu bulan setelah Anda hamil. Kondisi ini terjadi karena naiknya kadar hormon. Untuk meredakan mual, hindari perut kosong. Makan perlahan dan dalam jumlah kecil setiap satu hingga dua jam. Pilih makanan yang rendah lemak. Hindari makanan atau bau yang membuat mual Anda lebih buruk. Minum banyak cairan. Makanan yang mengandung jahe bisa membantu. Akupunktur atau hipnosis mungkin menawarkan bantuan - tetapi sebaiknya datangi dokter atau bidan terlebih dahulu jika bertambah parah.

    3. Sering buang air kecil

    Anda mungkin lebih sering buang air kecil dari biasanya. Jumlah darah dalam tubuh Anda meningkat selama kehamilan, menyebabkan ginjal Anda memproses cairan ekstra yang berakhir di kandung kemih Anda.

    4. Kelelahan

    Selama awal kehamilan, kadar hormon progesteron melambung - yang dapat membuat Anda tertidur. Beristirahat sebanyak mungkin. Pola makan dan olahraga yang sehat dapat membantu meningkatkan energi Anda.

    5. Tidak nafsu makan

    Saat Anda hamil, Anda mungkin menjadi lebih sensitif terhadap bau tertentu dan indera perasa Anda mungkin berubah. Seperti kebanyakan gejala kehamilan lainnya, preferensi makanan dapat dihubungkan dengan perubahan hormon.

    6. Mulas

    Hormon kehamilan yang merelaksasi katup antara perut dan kerongkongan dapat membuat asam lambung bocor ke kerongkongan, menyebabkan mulas. Untuk mencegah mulas, makanlah dalam porsi kecil dan sering serta hindari makanan yang digoreng, buah jeruk, coklat, dan makanan pedas atau goreng.

    7. Sembelit

    Kadar hormon progesteron yang tinggi dapat memperlambat pergerakan makanan melalui sistem pencernaan sehingga menyebabkan sembelit. Suplemen zat besi bisa memperparah kondisi ini. Untuk mencegah atau meredakan sembelit, makanlah banyak serat dan minum banyak air putih air dan atau jus buah. Aktivitas fisik yang teratur juga bisa membantu mengatasi sembelit pada ibu hamil.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.