Titi Kamal Buka Rahasia Bersaing di Bisnis Kosmetik

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Titi Kamal saat menghadiri acara media gathering pop up store kosmetik BeautyParty.id x Seibu di Jakarta, Rabu, 29 Januari 2020 (TEMPO/Alfi Salima Puteri)

    Titi Kamal saat menghadiri acara media gathering pop up store kosmetik BeautyParty.id x Seibu di Jakarta, Rabu, 29 Januari 2020 (TEMPO/Alfi Salima Puteri)

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah sukses dengan bisnis kuliner, Titi Kamal juga ikut meramaikan bisnis kecantikan Indonesia. Lewat brand Kamalia Beauty, Titi meluncurkan produk lipmatte-nya pertama kali pada 12 April 2018. Terakhir pada 2019, Titi berkolabarasi dengan beauty influencer Tasya Farasya dengan merilis produk Double Treasure yang terdiri dari dua lipstik dan satu lipgloss di setiap kemasan. 

    Meskipun banyak brand lokal serupa yang meluncurkan produk serupa, Titi tidak khawatir pada persaingan bisnis kosmetik. Sebab, pasar kosmetik di Indonesia cukup luas. Ia juga mengklaim menawarkan inovasi dalam produk-produknya. 

    “Apapun yang aku luncurkan atas nama aku, sudah pasti aku usahakan maksimal hasilnya. Aku cari formula yang terbaik untuk produk tersebut,” ungkap ibu dua anak ini di acara media gathering BeautyParty.id x Seibu, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu, 29 Januari 2020.

    Selain itu, Titi juga mempunyai strategi khusus untuk mengetahui  keinginan konsumen. “Aku punya fanbase untuk Kamalia Beauty. Di situ konsumen bisa kasih review dan masukan untuk kebaikan produk aku ke depannya,” ujar wanita kelahiran 7 Desember 1981 ini.

    Dari fanbase itulah, Titi bisa mengetahui apa saja sebenarnya yang konsumen inginkan.

    Meski demikian, Titi sempat merasa kesulitan karena dia harus membuat produk yang sesuai dengan cuaca, padahal cuaca di Indonesia  tidak menentu. Prosesnya pun terbilang cukup lama.

    “Karena pasarnya di Indonesia, jadi kita harus bikin produk sesuai dengan cuaca disini. Prosesnya lumayan lama, butuh waktu satu tahun lebih,” ujar Titi. 

    ALFI SALIMA PUTERI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.