Daun Kelor dan 4 Bahan Makanan Ini Kaya Gizi tapi Jarang Dilirik

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi daun kelor (pixabay.com)

    Ilustrasi daun kelor (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Makanan yang dikonsumsi berperan penting dalam menentukan status kesehatan seseorang, termasuk anak-anak. Namun sayangnya masih banyak dari kita yang kerap mengabaikan jenis makanan tertentu padahal mengandung gizi yang tinggi, seperti daun kelor.

    Ahli gizi Diana F. Suganda mengatakan, pengalaman yang ia temukan saat menghadapi pasiennya ialah makanan yang dikonsumsi cenderung tidak beragam. Padahal menurut dia banyak sekali jenis makanan kaya nutrisi yang bisa diolah menjadi sajian untuk anak-anak.

    "Banyak kita temui di pasar mulai dari daun kelor, pakcoy, kacang hijau, okra, selada air dan masih banyak lagi bahan pangan yang jarang diolah," ucap Diana dalam acara peluncuran program Royco Nutrimenu di Jakarta, Selasa, 28 Januari 2020.

    Berikut manfaat dan kandungan gizi bahan makanan kaya nutrisi dan jarang dilirik yang mulai sekarang bisa Anda jadikan list belanja dan masak di rumah seperti yang disampaikan oleh Diana.

    1. Daun kelor

    Daun Kelor. Tokopedia

    Daun kelor kaya akan zat gizi untuk ibu menyusui dan anak pada masa pertumbuhan. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa daun kelor dapat meningkatkan dan melancarkan produksi ASI ibu menyusui. Selain itu manfaat daun kelor juga bisa menjaga sel-sel tubuh, kuku, dan kulit.

    "Daun kelor juga bisa menjadi sumber vitamin yang kaya akan antioksidan, mineral, protein, vitamin B6, Zat besi, vitamin B2, vitamin A, magnesium, hingga membantu menurunkan kadar gula darah," ucap Diana.

    Dalam pengolahannya daun kelor bisa dijadikan bahan utama sup sayuran yang bisa ditambah dengan bahan pelengkap lain seperti protein nabati dan hewani.

    2. Kacang Hijau

    Ilustrasi kacang hijau. Pixabay.com/PDPics

    Kacang hijau dikenal sebagai makanan kaya protein yang baik untuk kulit kepala dan pertumbuhan rambut. Selain itu manfaat lainnya bagi ibu yang sedang menyusui bisa menjadi booster ASI.

    "Siapa yang tidak suka kacang hijau, hampir semua pernah makan. Selain dibikin bubur, kacang hijau juga bisa dijadikan tambahan sayur dalam satu pot isinya sudah beragam, proten nabati, hewani dan serat," ucap Diana.

    3. Okra

    Ilustrasi okra (pixabay.com)

    Manfaat okra baik untuk pencernaan dan peredaran darah karena mengandung berbagai macam mineral seperti magnesium, zinc, dan kalsium. Selain itu juga terdapat berbagai jenis vitamin A, B, C dan K.

    Tak hanya itu okra juga mengandung kolagen yang bagus untuk kulit tubuh kita. "Meski sekilas ada lendirnya tetapi kandungan gizinya tinggi, selain untuk sayur okra juga bisa dibuat sebagai infused water," ucapnya.

    4. Pakcoy

    Ilustrasi pakcoy atau bok choy (Pixabay.com)

    Manfaat pakcoy antara lain menjaga kesehatan mata, tulang dan kulit. "Pakcoy mengandung zat besi dan zinc yang bisa menjadi sistem imunitas tubuh," ucapnya.

    Dari segi rasa menurut Diana lebih manis dibanding sawi yang masih ada rasa getir, makanya selain untuk sayur bisa ditambah untuk campuran bikin smoothies.

    5. Selada air

    Selama ini Anda akrab dengan jenis selada yang dimakan sebagai lalapan, tapi tahukah Anda jika ada jenis selada lain yakni selada air. Sayuran hijau ini mengandung berbagai mineral seperti kalsium, fosfor, zinc dan besi dan jua vitamin B, C, dan K.

    Menurut Diana, kandungan selada air bermanfaat bagi kekebalan tubuh, kondisi pembuluh darah, melindungi kesehatan jantung dan sebagai antioksidan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.