Cegah Risiko Virus Corona, Bijak Pakai Pisau dan Talenan di Dapur

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pisau dapur. popculinary.com

    Ilustrasi pisau dapur. popculinary.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyebaran virus corona yang bermula dari Wuhan, Cina, diduga melalui daging hewan liar. Meski begitu, bukan berarti Anda harus menghindari daging. Menerapkan keamanan pangan dapat membantu mengurangi risiko penyebaran virus apa pun, termasuk corona yang hingga kini belum ada vaksin pencegahnya.

    Keamanan pangan adalah salah satu cara untuk mengurangi risiko penyebaran penyakit, seperti dikutip dari laman resmi World Health Organization (WHO). WHO menyarankan untuk menerapkan keamanan pangan saat memasak untuk menekan risiko penularan penyakit.

    Langkah sederhana yang bisa diterapkan adalah memakai talenan dan pisau yang berbeda untuk daging mentah dan makanan yang sudah matang. Dengan memisahkan talenan dan pisau, risiko kontaminasi silang --perpindahan kuman melalui perantara beda-- menjadi berkurang.

    Di antara proses menyiapkan bahan-bahan mentah dan makanan yang sudah dimasak, penting untuk mencuci tangan agar tidak ada kontaminasi.

    WHO juga memperingatkan untuk tidak mengonsumsi daging hewan yang sakit, atau hewan yang mati karena penyakit tertentu. Penularan virus corona dari hewan ke manusia berasal dari makanan, di mana orang memakan hewan yang membawa virus tersebut. Pada kasus di Wuhan, penderita virus corona adalah mereka yang telah memakan sup ular.

    Makanan yang sudah terkontaminasi air liur penderita virus corona juga dapat menjadi sumber penularan.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.