Curhat Kate Middleton yang Merasa Terisolasi saat Jadi Ibu Baru

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kate Middleton bermain dengan Pangeran Louis di taman yang desain bersama Adam White dan Andree Davies di  RHS Chelsea Flower Show di London, Inggris 19 Mei 2019. Ketiga anak Kate dan Pangeran William berkesempatan menjajal taman selama satu jam. Matt Porteous/PA Wire/Handout via REUTERS

    Kate Middleton bermain dengan Pangeran Louis di taman yang desain bersama Adam White dan Andree Davies di RHS Chelsea Flower Show di London, Inggris 19 Mei 2019. Ketiga anak Kate dan Pangeran William berkesempatan menjajal taman selama satu jam. Matt Porteous/PA Wire/Handout via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Menjadi ibu bagi perempuan pada umumnya adalah sebuah perjuangan. Bahkan seorang Kate Middleton juga merasakan kesulitan di masa-masa awal perannya sebagai ibu. Ibu dari Pangeran George (6 tahun 6 bulan), Putri Charlotte (4 tahun 8 bulan), dan Pangeran Louis (1 tahun 9 bulan) ini mengaku pernah mengalami masa terisolasi. 

    Kate Middleton mengalami masa itu saat keluarganya belum menetap di Istana Kensington. Mereka menetap di daerah Anglesey, Wales, Inggris, lokasi penempatan Pangeran William di Royal Air Force. Dengan lokasi terpencil dan jadwal kerja Pangeran William yang cukup padat, Kate mengaku cukup kesulitan menjalankan perannya sebagai ibu baru.

    “Itu adalah tahun pertama dan aku baru saja melahirkan George — William masih bekerja dengan pencarian dan penyelamatan — dan kami datang ke sini dan aku memiliki bayi mungil di tengah Anglesey. Itu sangat terisolasi, jadi terputus. Saya tidak memiliki keluarga, dan dia melakukan shift malam. Jadi seandainya saja saya memiliki pusat seperti ini,” kata Kate Middleton saat mengunjungi  pusat pengasuhan anak di Cardiff, Wales, Inggris, seperti dikutip dari laman Vogue.

    Duchess of Cambdrige sangat terbuka soal pengasuhan anak-anaknya. Ia juga kerap berbagi soal hobi atau makanan kesukaan mereka. Belajar dari pengalamannya, Kate Middleton dan Pangeran William juga menaruh perhatian besar pada kesejahteraan anak-anak dan kesadaran kesehatan mental melalui yayasan mereka.

    Sekitar 80 persen wanita mengalami beberapa bentuk baby blues ketika menjadi ibu baru. Jika Anda atau kenalan mengalami hal yang sama, cobalah untuk mencari teman di sekeliling Anda. Penelitian menunjukkan bahwa menjalin pertemanan dengan ibu baru lainnya dapat membuat transisi menjadi orang tua lebih mudah ditangani. 

    "Sangat penting bagi wanita untuk bergabung dengan ibu baru lainnya untuk mendapatkan perasaan bahwa mereka tidak sendirian dalam pertanyaan, rasa tidak aman dan ketidakpastian," kata Fran Walfish, seorang psikolog keluarga dan penulis buku, seperti dikutip dari laman Boldsky.

    Lyss Stern, CEO dan pendiri Divalysscious Mom sebuah grup jejaring sosial untuk para ibu di New York, Amerika Serikat, mengatakan hal yang paling menghibur ketika Anda seorang ibu baru adalah memiliki ibu lain untuk berbicara dengan siapa yang mendapatkannya.

    SILVY RIANA PUTRI | EKA WAHYU PRAMITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.