Marshanda Terbuka Kondisi Mentalnya Memburuk, Ada 3 Manfaatnya

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Marshanda, pesinetron dan bintang iklan. Instagram/@marshanda99

    Marshanda, pesinetron dan bintang iklan. Instagram/@marshanda99

    TEMPO.CO, Jakarta - Marshanda mengungkapkan alasan tak update di Instagram selama beberapa hari. Dia menyampaikan hal tersebut melalui unggahan video di Instagram TV, Minggu 12 Januari 2020. Dalam video itu dia mengatakan bahwa sejak tahun baru mengalami mental breakdown.

    Mental breakdown merupakan istilah non-medis yang digunakan untuk menggambarkan fase akut, sementara dan pendek dari gangguan dengan ciri-ciri depresi atau kecemasan. "Dan sampai saat ini saya masih tahap recovery. Ini benar terjadi sampai saya jarang post di Instagram termasuk promosi konten Youtube, bahkan untuk teaser di Marshed Youtube Chanel yang baru itu yang upload manajemen Marshed Universe, karena saya enggak sanggup buka Instagram, dan sempat diopname," ujar Marshanda.

    Wanita berusia 30 tahun ini melanjutkan, bahwa ia ingin berbagi tentang mental breakdown yang dialaminya, dan bagaimana ia mengatasinya dan menemukan kekuatan dalam dirinya melalui sebuah episode di Marshed Youtube Chanel, miliknya. "Rutinitas apa yang dilakukan supaya tetap sehat, bagaimana menemukan kekuatan dalam diri saya," ujar mantan istri Ben Kasyafani ini. 

    Meski begitu, pada awalnya Marshanda mengaku butuh waktu, keberanian, dan keyakinan yang sangat besar untuk mengunggah tentang mental breakdown yang dialaminya di media sosial. "Karena ini bukan sesuatu yang aku banggakan, ini adalah sesuatu yang benar-benar membuatku insecure," kata dia.

    Dukungan bagi sesama penderita penyakit mental, seperti gangguan bipolar yang dialami Marshanda sangat penting. Namun kenyataannya penyakit mental jarang dibicarakan karena masih ada stigma di tengah masyarakat. Kini semakin banyak selebriti yang berbagi perjuangan pribadi mereka di media sosial, dapat membantu memulai percakapan yang sangat dibutuhkan tentang kesehatan mental. 

    Dilansir dari laman A Healthier Michigan, Selasa 14 Januari 2020 berikut manfaat terbuka dan jujur jika mengalami masalah kesehatan mental

    1. Membantu mengurangi stigma
    Semakin banyak orang dan mengatakan bahwa mereka mengalami depresi, kecemasan, atau gangguan kesehatan mental lainnya, semakin sedikit rasa takut yang harus diakui oleh orang lain bahwa mereka membutuhkan bantuan dan mencari perawatan. Anda akan melihat bahwa ada kekuatan dalam jumlah. Anda juga dapat mendorong orang lain untuk terbuka  tentang perasaan mereka dan dapat menciptakan komunitas yang kuat. 

    2. Anda akan merasa didengar
    Berbicara dengan seseorang yang Anda kenal tentang apa yang terjadi dapat meredakan sebagian kecemasan atau stres yang mungkin Anda rasakan. Sementara teman dan keluarga Anda bukan profesional medis, mereka ada di sana untuk mendukung Anda dan tahu Anda cukup baik untuk dipercaya dengan emosi Anda. 

    3. Merasa lega
    Walaupun wajar jika Anda ingin mengubur perasaan Anda dan berpura-pura semuanya baik-baik saja, berbicara secara terbuka dapat membantu Anda merasa lega. Tapi hal initidak menggantikan berbicara dengan terapis atau dokter. Jika Anda masih memiliki perasaan depresi atau kegelisahan, pertimbangkan segera menghubungi ahli medis atau psikiater berlisensi untuk mendapatkan dukungan tambahan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.