Nanas dan 6 Makanan Ini Menyebabkan Keguguran? Ini Faktanya

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi nanas (pixabay.com)

    Ilustrasi nanas (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Trimester pertama kehamilan memiliki risiko keguguran yang lebih tinggi. Bukan hanya oleh aktivitas, kadang-kadang makanan juga dikaitkan dengan kondisi ini. Ada beberapa makanan yang disebut penyebab keguguran, namun tentu saja tidak ada makanan yang memang bisa berdampak menggugurkan secara langsung.

    Semua kembali lagi pada porsi yang dikonsumsi. Apa pun yang berlebihan tentu tidak baik, termasuk ketika mengonsumsi menu yang kerap masuk dalam daftar makanan penyebab keguguran. Aman-aman saja mengonsumsinya, tapi disarankan untuk menghindari apabila kehamilan Anda termasuk yang berisiko tinggi.

    Berikut ini beberapa mitos makanan penyebab keguguran dan klarifikasinya:

    1. Nanas

    Buah nanas mengandung bromelain, substansi yang kabarnya bisa menyebabkan serviks melunak dan memicu kontraksi. Itulah mengapa nanas menjadi salah satu buah yang dikonsumsi ibu hamil yang ingin aborsi. Meski demikian, mengonsumsi nanas dalam porsi wajar tidak lantas membuat seseorang keguguran.

    2. Pepaya

    Berikutnya buah yang disebut-sebut rentan menyebabkan keguguran pada trimester awal kehamilan adalah pepaya. Utamanya, pepaya muda yang bersifat laksatif dan dapat memicu keguguran. Tak hanya itu, biji papaya juga mengandung enzim yang bisa merangsang kontraksi rahim hingga rentan menyebabkan keguguran.

    Lagi-lagi, apabila pepaya dikonsumsi dalam porsi wajar maka tak ada masalah. Ibu hamil tetap bisa mengonsumsi pepaya karena kaya akan vitamin seperti vitamin A, B1, B3, B5, vitamin E, dan juga vitamin C.

    3. Lidah buaya

    Mungkin banyak yang tidak menyangka, namun lidah buaya ternyata juga masuk dalam daftar makanan penyebab keguguran. Lidah buaya rupanya mengandung anthraquinones, substansi laksatif yang dapat merangsang kontraksi hingga perdarahan panggul.

    Di sisi lain, memang lidah buaya mengandung serat  yang baik untuk pencernaan. Namun bakteri dalam lidah buaya sebaiknya dihindari atau jika memang ingin mengonsumsi, pastikan hanya dalam porsi kecil.

    4. Kafein

    Kandungan kafein pada kopi  juga dipercaya sebagai penyebab keguguran. Sebenarnya, ibu hamil tetap diperbolehkan mengonsumsi kopi selama tidak lebih dari 200 mg per harinya.

    Tak hanya itu, kafein juga bisa menyebabkan tubuh rentan mengalami dehidrasi. Perlu diingat bahwa kafein tak hanya ada dalam kopi, tapi juga dalam teh, minuman penambah energi, dan cokelat.

    5. Makanan laut

    Ibu hamil yang gemar makan seafood  kerap dibuat was-was saat mengandung karena dianggap sebagai salah satu mitos makanan penyebab keguguran. Kabar baiknya, tidak semua seafood mengandung merkuri tinggi.

    Beberapa yang kerap disebut sebagai penyebab keguguran adalah udang dan kepiting. Nyatanya, udang mengandung banyak nutrisi yang diperlukan ibu hamil seperti protein, kalsium, fosfor, potasium, dan juga vitamin.

    6. Kacang-kacangan

    Kerap beredar mitos bahwa kacang-kacangan termasuk makanan penyebab keguguran. Padahal nyatanya, kacang aman dikonsumsi oleh ibu hamil selama tidak ada reaksi alergi apapun.

    7. Daging merah

    Ibu hamil juga kerap diminta menghindari makanan penyebab keguguran seperti daging merah. Konon, daging merah adalah tempat berkembang biak bakteri Toksoplasmosis. Padahal, selama daging merah diproses dengan benar dan dimasak hingga matang sempurna, tak ada salahnya mengonsumsinya.

    Terlepas dari apa saja daftar mitos makanan penyebab keguguran, sebenarnya ada dua hal yang lebih penting yaitu sadar porsi serta proses pengolahannya. Tidak masalah mengonsumsi daftar makanan penyebab keguguran selama masih dalam porsi kecil, jika memang tidak bisa benar-benar dihindari.

    Untuk urusan pengolahan, pastikan selalu mengonsumsi makanan apapun yang benar-benar matang. Pilih bahan baku yang masih baik dan dicuci bersih sebelum mengolah atau memasaknya.

    Masakan yang belum matang bisa menjadi tempat berkembang biaknya bakteri. Contohnya bakteri Listeria monocytogenesis. Makanan bisa terkontaminasi bakteri Listeria saat terkena lumpur, air, pupuk, atau tanah yang mengandung bakteri.

    Kesimpulannya adalah tidak ada makanan yang memiliki efek menggugurkan kandungan. Jika keguguran terjadi karena sesuatu yang dikonsumsi, bisa jadi karena ada kontaminasi bakteri yang berbahaya bagi janin.

    Jadi, ibu hamil bukannya benar-benar dilarang mengonsumsi makanan yang kerap dituding sebagai kambing hitam penyebab keguguran. Jika bisa menghindari, boleh saja. Namun jika tidak, mengonsumsi dalam porsi kecil pun bukan masalah.

    SEHATQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.