Sepatu Kim Kardhasian Mirip Helm Sepeda, Harganya di bawah Rp 1,5 juta

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kim Kardashian. Instagram/@kimkardashian

    Kim Kardashian. Instagram/@kimkardashian

    TEMPO.CO, Jakarta -

     Pilihan sepatu terbaru Kim Kardashian West membuat sebagian orang di media sosial terheran-heran. Bintang reality show itu mengunggah foto di Instagram, bersama putrinya Chicago di Tokyo, Jepang. Ia terlihat mengenakan sepatu lari busa dari merek Yeezy yang baru.

    Kim Kardashian West memadupadankan sepatu dengan celana perak dan jaket shearling berwarna hitam-cokelat. “Chicago di Tokyo,” tulisnya singkat sebagai keterangan fotonya. Ini bukan pertama kalinya istri Kanye West mengunggah foto dengan sepatu itu. Pada bulan Oktober, ia mengunggah foto saat mengenakannya dengan hoodie, jaket puffer cropped, dan celana olahraga.

    Sepatu lari busa ini pertama kali diumumkan merek Yeezy pada bulan September lalu. Pihak Yeezy menggambarkan sepatu itu sebagai slip-on sneaker dan clog hybrid. Sebuah prototipe sepatu itu pertama kali ditemukan di kaki North West yang berusia 6 tahun pada Juni.

    Kim Kardashian. Instagram/@kimkardashian

    Sepatu lari busa memiliki lubang berbagai ukuran dipotong ke samping. Hal ini membuat beberapa orang membandingkan sepatu Kardashian West dengan helm sepeda, Crocs, dan bahkan saringan pasta.

    Meskipun ada banyak tweet yang mempertanyakan gaya sepatu itu, banyak orang tampak bersemangat untuk mendapatkan sepatu busa tersebut. Sepatu ini akan dirilis pada awal 2020, dan perwakilan Yeezy Mafia mengatakan kepada Insider bahwa sepatu itu akan dijual dengan harga di bawah USD 100 atau sekitar di bawah Rp 1,5 juta. Sepatu lari busa ini sangat berbeda dari koleksi lini Yeezy lainnya, yang sebagian besar terdiri dari sepatu bot dan sepatu kets selain slide Yeezy yang dikenakan Kanye West pada tahun 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.