Tips Merawat dan Menyimpan Pakaian ala Ayudia Bing Slamet

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Artis dan juga musisi, Ayudia Bing Slamet saat berkunjung ke Kantor Tempo di Jakarta, 29 Agustus 2018. TEMPO/Fardi Bestari

    Artis dan juga musisi, Ayudia Bing Slamet saat berkunjung ke Kantor Tempo di Jakarta, 29 Agustus 2018. TEMPO/Fardi Bestari

    TEMPO.CO, Jakarta - Artis Ayudia Bing Slamet adalah salah satu orang yang paling memperhatikan pakaian. Ia tak ingin baju yang dibelinya itu cepat rusak sehingga perawatan ekstra pun dilakukan.  

    Dari segi mencuci, suami Muhammad Pradana Budiarto alias Ditto itu mengaku selalu memisah pakaian sesuai bahan dan warna. Misalnya, bahan tile akan direndam dan dicuci sendiri. 

    Sedangkan bahan lain akan dimasukan mesin cuci. “Warna dan hitam putih juga saya pisah supaya tidak luntur,” katanya saat ditemui usai acara Perfect Duo Peduli di Jakarta pada Jumat, 6 Desember 2019.

    Artis dan juga musisi, Ayudia Bing Slamet bersama putranya, Dia Sekala Bumi saat berkunjung ke Kantor Tempo di Jakarta, 29 Agustus 2018. TEMPO/Fardi Bestari

    Selain itu, mesin cuci yang dipilihnya juga yang terbaik. Menurut Ayudia Bing Slamet, ia lebih memilih mesin dengan pengering. Sebab ini membantu mencegah bau tak sedap akibat kelembaban tinggi. “Kalau kita mesin cuci yang biasa, harus menjemur sendiri dalam keadaan basah sampai kering. Pas musim hujan, baju enggak kering, lembab dan bau. Makanya saya pilih yang ada dryer-nya,” katanya. 

    Sementara dari segi menyimpan pakaian, ia selalu meletakkan semua baju pada lemari dengan rapi. Ibu dari Dia Sekala Bumi itu akan mengkategorikannya berdasarkan bahan dan fungsinya. Misalnya baju tidur dan bahan kain akan dilipat. “Kalau jas, gaun pasti cepat lungset. Jadi digantung,” katanya.

    Hal lain yang dilakukan untuk mempertahankan kualitas pakaian adalah meletakkan pengharum lemari di sela pakaian. Menurut wanita berusia 29 tahun ini, pengharum berguna untuk menciptakan bau harum di setiap pakaian meski disimpan dalam waktu lama. “Biar nempel baunya. Jadi kita pakainya juga enak,” tandas Ayudia Bing Slamet. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.