Bayam dan 5 Sayuran Hijau yang Wajib Ada di Menu Makan Harian

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak dan sayuran. Shutterstock.com

    Ilustrasi anak dan sayuran. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Sayuran hijau menjadi salah satu kelompok makanan yang menyehatkan. Berbagai kandungan vitamin, mineral, dan zat gizi lain membuat sayuran hijau harus menjadi menu wajib Anda tiap harinya.

    Tak hanya itu, banyak sayuran hijau yang menyehatkan tersebut mudah Anda temukan di Indonesia, serta diolah menjadi berbagai masakan lezat.

    Aneka sayuran hijau yang harusnya rutin Anda konsumsi

    Berikut ini jenis sayuran hijau yang mudah dicari, dan seharusnya rutin Anda konsumsi.

    1. Sayur kale

    Sayur kale dianggap sebagai salah sayuran hijau yang padat nutrisi di muka bumi. Sebab, sayuran ini memang kaya dengan vitamin, mineral, dan molekul antioksidan. Beberapa molekul antioksidan tersebut yakni lutein dan beta-karoten, yang dapat mengurangi risiko penyakit akibat radikal bebas yang berlebih.

    Sayur kale paling baik untuk dikonsumsi secara mentah, karena memasaknya dapat mengurangi kandungan nutrisi dalam sayur ini.

    2. Sayur bayam

    Sayuran hijau ini mungkin jenis sayuran yang paling terkenal di Nusantara. Tak hanya lezat, bayam juga mengandung segenap nutrisi yang amat baik untuk tubuh.

    Salah satu nutrisi dalam sayur bayam adalah folat. Dikenal juga dengan vitamin B9, folat memainkan peran penting dalam produksi sel darah merah. Selain itu, folat juga mencegah cacat tabung saraf pada janin. Maka tak heran, sayur bayam amat disarankan dikonsumsi bagi ibu hamil.

    Sayur bayam mudah untuk diolah menjadi berbagai macam masakan, seperti sayur bening, dicampurkan ke sup, smoothies, dan salad.

    3. Kubis

    Kubis juga menjadi sayuran hijau yang sangat dikenal di Indonesia, dan masih satu keluarga dengan sayur brokoli dan sayur kale. Tak hanya segar, studi pada hewan telah menemukan bahwa sayur kubis dapat melindungi tubuh dari sel kanker, terutama kanker paru-paru dan kanker kerongkongan.

    4. Pakcoy

    Bagi Anda yang pencinta masakan Cina, sayur pakcoy mungkin sudah sering Anda konsumsi. Selain enak, pak coy juga menjadi sayuran hijau yang bisa sering Anda sajikan di rumah karena menyehatkan.

    Salah satu nutrisi yang terkandung di pakcoy adalah selenium, jenis mineral yang membantu fungsi kelenjar tiroid. Kelenjar tiroid menghasilkan hormon-hormon yang berperan dalam metabolisme tubuh.

    Studi juga menunjukkan, kadar selenium yang rendah di tubuh berkaitan dengan beberapa masalah kesehatan, seperti hipotiroidisme (rendahnya hormon yang dihasilkan kelenjar tiroid), tiroiditis Hashimoto, dan pembengkakan tiroid.

    Tak hanya itu, pakcoy juga kaya dengan vitamin A, vitamin C, dan folat (vitamin B9).

    5. Sayur brokoli

    Brokoli uga menjadi sayuran hijau yang amat populer, termasuk di Indonesia. Sayuran ini mengandung senyawa bersulfur yang disebut glucosinolate dan sulforaphane. Sulforaphane telah dibuktikan ahli dapat melindungi tubuh dari sel kanker.

    Tak hanya itu, rutin mengonsumsi sayur brokoli berpotensi untuk menurunkan risiko berbagai penyakit kronis lainnya, seperti gangguan jantung yang dipicu oleh tekanan oksidatif.

    Tak hanya mengandung senyawa bersulfur, sayur brokoli nan gurih ini juga mengandung nutrisi lain. Nutrisi dan zat gizi tersebut termasuk vitamin K, vitamin C, vitamin B9 (folat), serta mineral mangan dan kalium.

    6. Asparagus

    Anda mungkin sudah sering mendengar asparagus walau mungkin masih jarang menyajikannya di rumah. Padahal, sayuran ini bergizi tinggi, seperti vitamin B9 (folat), vitamin K, vitamin B2 (riboflavin), dan vitamin B1 (thiamin). Tak sampai di situ, asparagus juga ditopang oleh mineral, seperti selenium.

    Beberapa studi uji tabung juga menunjukkan bahwa asparagus dapat bermanfaat untuk organ hati, dengan membantu fungsi metaboliknya. Selain itu, sayuran ini juga dapat melindungi organ hati melawan keracunan.

    SEHATQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.