Tips Bisnis Ria Miranda Ajak Loyal Customer Eksplorasi Produk

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ria Miranda ditemui usai fashion show ready to wear yang menampilkan 56 looks dalam tajuk The Seventh Annual Show 2020 di Jakarta, Jumat 29 November 2019 (TEMPO/Eka Wahyu Pramita)

    Ria Miranda ditemui usai fashion show ready to wear yang menampilkan 56 looks dalam tajuk The Seventh Annual Show 2020 di Jakarta, Jumat 29 November 2019 (TEMPO/Eka Wahyu Pramita)

    TEMPO.CO, Jakarta - Perjalanan RiaMiranda sebagai label modest fashion di Indonesia telah memberikan banyak pengalaman dan pelajaran tentang arti sebuah proses dan konsistensi. Kini memasuki satu dekade transformasi merek Ria Miranda yang mulai meluas ke produk gaya hidup akan menjadi babak baru menghadapi realita.

    Desainer Ria Miranda mengatakan langkah mendatang pihaknya tak lagi berjalan sendiri, tapi mulai aktif membuka peluang kolaborasi dengan banyak pihak. Ia ingin awal tahun 2020 sebagai lembaran sekaligus tantangan baru.

    "Saya ingat banget ya awal-awal lulus kuliah kemudian lanjut ke ESMOD jadi fashion stylist di majalah lalu akhirnya berani jahit dan desain sendiri lalu dijual juga sendiri sampai akhirnya punya tim yang masih bertahan hingga kini," kenang Ria Miranda  saat ditemui usai annual show di Jakarta, Jumat 29 November 2019.

    Bagi Ria, membawahi label yang tak bisa dikatakan kecil ini tak selalu ada dengan sendirinya. Istri Pandu Rosadi ini selalu menyelipkan pesan bahwa apa yang dilakukan bukan untuk diri sendirinya semata, tapi untuk komunitas yang selama ini telah dibangun.

    Ria Miranda paham benar bahwa besarnya label RiaMiranda tak lepas dari dukungan pelanggan yang tergabung dalam Ria Miranda Loyal Community (RMLC). Dia sangat jeli men-treat para loyal customer-nya yang selalu memenuhi deretan kursi setiap kali menggelar Annual Show tiap tahun."Saat ini anggota RMLC sudah mencapai 120.000 loyal customer yang tersebar di hampir berbagai kota di seluruh Indonesia. Dan tanpa mereka kita tidak ada sekarang di sini," ungkap ibu tiga anak ini.

    Ria pun mengungkapkan rahasianya memanjakan loyal customer-nya. Pertama, dia tak berhenti mengeksplorasi terutama untuk desain. Di balik rancangannya, dia tak pernah lelah untuk selalu minta pendapat pada loyal customer-nya yang tersebar di berbagai kota. "Aku selalu tanya dan dengarkan mereka ingin baju yang bagimana, motif apa dan untuk siapa saja. Pokoknya eksplorasi terus," ucapnya. Tak heran jika produk yang belum resmi dirilis, mereka sudah banyak yang memesan atau pre order (PO).

    Talkshow 10 Langkah Ria Miranda bersama para kolaborator dari Microsoft Indonesia, Nusae, dan FFFAAARRR di Jakarta, Kamis 24 Oktober 2019 (TEMPO/Ecka Pramita)

    Setelah mengeksplorasi, ia pun mendiversifkasi produk-produk mereknya. Menurut Ria, banyak produk yang diwujudkan terinspirasi dari para pelanggan setianya. Dia belajar banyak dari selera pasar khususnya dari mereka. Misalnya baju yang sesuai  untuk ibu menyusui atau busui friendly, scarf yang lebar, baju anak dan laki-laki sampai ke aksesoris seperti brooch, tas, sandal, dan kacamata. "Ide perluasan produk banyak terinspirasi mereka," lanjut Ria Miranda.

    Tak lupa Ria melibatkan pelanggan setianya dalam Annual Show. "Yang masih hangat Annual Show tahun ini benar-benar beda ya sifatnya lebih entertaining karena mereka terlibat sebagai model yang membawakan koleksi Ready to Wear kolaborasi bersama e-commerce dan Disney bertajuk Serunai," ujarnya semringah.

    Terakhir, untuk mendekatkan customer dengan dirinya, Ria memberikan keistimewaan dalam bentuk Debit Card RMLC yang melekat pada tabungan sekaligus sebagai kartu anggota dengan desain ala Ria Miranda. Selain mendapat harga khsus sampai 70 + 20 persen mereka juga bisa ikut menyalurkan wakaf melalui lembaga penyalur wakaf terpilih.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.