Amber Rose Sedot Lemak 6 Minggu Setelah Melahirkan, Amankah?

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Amber Rose. shutterstock.com

    Amber Rose. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Seperti ibu yang baru melahirkan pada umumnya, model Amber Rose juga mengalami perubahan bentuk tubuh. Ia melakukan sedot lemak atau liposuction untuk mengembalikan bentuk tubuhnya hanya enam minggu setelah melahirkan putranya, Slash Electric. 

    "Saya akan memperbaiki seluruh tubuh saya setelah melahirkan," kata model itu dalam unggahan video di Instagram Rabu, 27 November 2019.

    Perempuan 36 tahun itu merinci beberapa hal yang akan dilakukan oleh dokter bedah plastiknya, David Matlock. Pertama, dokter akan memperbaiki bentuk rahangnya yang menurut dia merupakan turunan dari keluarganya. Setelah itu, dokter akan melakukan sedot lemak di perutnya yang menumpuk setelah melahirkan.

    "Aku sangat bersemangat,” kata dia.

    Rose dan pacarnya, Alexander "AE" Edwards, menyambut anak pertama mereka bersama pada 10 Oktober. Amber juga memiliki seorang putra berusia 6 tahun, Sebastian Taylor Thomaz, dengan mantannya, Wiz Khalifa.

    Kejujuran Amber tentang rencana operasi plastiknya menuai pro dan kontra. Sebagian memuji karena Amber tidak menutup-nutupi, tapi sebagian lagi mengkritik karena dia memilih cara instan. Padahal, dia bisa melakukan olahraga atau menunggu berat badannya turun secara alami.

    Operasi memperbaiki bentuk tubuh setelah melahirkan tidak dilarang, namun ada waktu yang tepat untuk melakukannya. Menurut American Society for Aesthetic Plastic Surgery, sebagian besar dokter merekomendasikan wanita menunggu enam hingga sembilan bulan setelah melahirkan. Alasannya, setelah melahirkan tubuh akan memperbaiki diri secara alami. Selain itu, sedot lemak juga memaksa perempuan beritirahat berminggu-minggu sehingga tidak dapat menggendong bayinya dalam waktu cukup lama.

    PAGESIX | EONLINE 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.