Happy Salma dan Suami Berbagi Peran Mengasuh Anak

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Happy Salma bersama suami Tjokorda Bagus Dwi Santana Kertayasa dan kedua anak mereka, Tjokorda Sri Kinandari Kerthyasa dan Tjokorda Ngurah Rayidaru Kerthyasa. Instagram.com/@happysalma

    Happy Salma bersama suami Tjokorda Bagus Dwi Santana Kertayasa dan kedua anak mereka, Tjokorda Sri Kinandari Kerthyasa dan Tjokorda Ngurah Rayidaru Kerthyasa. Instagram.com/@happysalma

    TEMPO.CO, Jakarta - Happy Salma mengurangi kegiatannya di dunia hiburan sejak menikah dengan Tjokorda Bagus Dwi Santana Kertayasa. Bermukim di Bali, aktris 39  tahun ini kini berfokus pada bisnis perhiasannya, Tulola, bersama dengan dua rekan, Sri Luce Rusna dan Franka Franklin, istri Nadiem Makarim. 

    Meski sibuk, Happy Salma menjalani peran sebagai istri dan ibu dari kedua anaknya. Selayaknya wanita pekerja lainnya, salah satu tantangan Happy adalah membagi waktu dan berusaha menyeimbangkan semuanya. Perempuan 39 tahun ini pun bersyukur memiliki suami yang sangat suportif dan support system yang mendukung.

    “Ya, tentu enggak bisa sendirian harus ada support system. Ada suami yang solid, apalagi saya perempuan pekerja. Bagaimana kita bisa saling membagi waktu kita. Ada mertua, sahabat, partner kerja yang saling mengerti,” ucap Happy Salma saat ditemui di acara pameran Merayakan Nusantara di Bimasena Lounge, The Dharmawangsa Hotel, Jakarta Selatan, Jumat, 22 November 2019.

    Ia memaparkan lebih lanjut, “Jadi seimbang itu tidak bisa sendirian. Harus ada orang-orang di sekitar kita. Jadi saya salut banget juga sama orang yang bekerja di luar negeri yang enggak ada siapa-siapa dan bisa membesarkan anak-anak. jujur, saya akan sulit jika melakukan itu.”

    Saat bepergian keluar Bali tanpa membawa kedua anaknya, Tjokorda Sri Kinandari Kerthyasa (4 tahun 7 bulan) dan Tjokorda Ngurah Rayidaru Kerthayasa (1 tahun 2 bulan), Happy dan suami berbagi peran menjaga anak.

    “Kayak sekarang saya bekerja, ada mbak yang bisa saya percaya. Ada kakak ipar saya. Ada suami saya. Kami berdua saling melengkapi, kalau dia lagi sibuk banget, aku pasti sama anak-anak. kalau aku lagi jauh kayak begini, suami yang standby. Untung pekerjaan kita, masing-masing kita sendiri yang mengatur,” pungkas Happy.

    Menurut Happy, menjadi orang tua itu tidak ada sekolahnya. Jadi, ia dan suami terus belajar setiap hari. Tak hanya itu, pasangan yang menikah pada 3 Oktober 2010 itu sepakat menjaga prioritas.

    “Bagaimana untuk menyeimbangkan itu semua butuh latihan dan latihan terus. Dan tentu, prioritasnya adalah orang yang paling kita cintai di dunia, selain kedua orang tua, adalah anak kita, baru suami kita,” ujar Happy Salma.

    SILVY RIANA PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara