4 Cara Meningkatkan Produksi ASI secara Alami

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi menyusui. factretriever.com

    Ilustrasi menyusui. factretriever.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Menyusui bayi, terutama untuk enam bulan pertama, sangat penting karena memberikan semua nutrisi yang diperlukan. Namun, menyusui bisa menjadi sedikit rumit ketika Anda tidak tahu apakah ASI yang dihasilkan cukup untuk untuk memberi makan bayi. Beberapa kondisi menyusui, seperti frekuensi yang jarang dan stres, bisa menyebabkan penurunan produksi ASI. 

    Lalu, bagaimana meningkatkannya? Berikut empat cara alami untuk menambah produksi ASI yang bisa Anda lakukan, dilansir dari Times of India

    1. Memastikan perlekatan baik

    Setiap ibu punya posisi menyusui favorit. Tidak masalah, asalkan Anda memastikan perlekatannya benar. Sering kali produksi ASI tidak mencukupi hanya karena cara bayi menempel pada payudara. Jika bayi baru lahir memiliki perlekatan yang benar, ia dapat minum ASI lebih banyak. Ini akan memberi sinyal pada tubuh untuk memproduksi ASI lebih banyak lagi.

    2. Sering menyusui

    Ingatlah bahwa tubuh akan bekerja berdasarkan permintaan dan penawaran. Ketika bayi mengisap ASI hingga payudara kosong, tubuh secara otomatis akan memproduksi lebih banyak ASI untuk memberi makan si kecil. Idealnya, bayi Anda yang baru lahir harus diberi makan setiap dua atau tiga jam sepanjang hari.

    3. Cukup terhidrasi

    Anda perlu memperhatikan jumlah air yang Anda minum. Jika Anda merasa tidak mampu menghasilkan ASI yang cukup, Anda harus minum lebih dari kebutuhan harian 8-9 gelas sehari.

    4. Menyusui dari kedua payudara

    Jangan terpaku hanya di satu sisi payudara. Dalam satu sesi menyusui, pastikan bayi menyusu dari kedua belah payudara Anda untuk meningkatkan pasokan ASI.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.