Kulit Patricia Gouw Flek Gara-gara Lupa Pakai Tabir Surya

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ragam topi Patricia Gouw. Instagram/@patriciagouw

    Ragam topi Patricia Gouw. Instagram/@patriciagouw

    TEMPO.CO, Jakarta - Melindungi kulit dengan tabir surya saat berlibur adalah hal wajib, terutama jika daerah yang dikunjungi beriklim panas. Hal itulah yang lupa dilakukan Patricia Gunawan atau akrab disapa Patricia Gouw baru-baru ini. 

    Kondisi kulit bermasalah baru saja dialami model sekaligus presenter kocak ini usai liburan di Maladewa. Finalis tiga besar di ajang Asia's Next Top Model cycle 4 ini mengaku abai memakai tabir surya dan pelembap.

    "Aku ngegampangin banget sama sekali nggak pakai tabir surya dan moisturizer (pelembap), padahal biasanya aku termasuk reminder banget soal beginian. Pikir aku tuh, ah cuma berawan cuacanya di sana eh ternyata enggak," ucap Patricia usai ditemui di acara peluncuran Pond's Skin Perfecting Cream di Jakarta, Jumat 8 November 2019.

    Alhasil sebagai pengguna produk perawatan kulit atau skincare secara rutin, wanita kelahiran 14 Juli 1990 ini merasa kecolongan dengan munculnya flek hitam lantaran tidak memakai tabir surya. "Gak cuma flek, ya, berasa perih banget juga di pipi aku sampai aku olesin minyak khusus wajah, pelembap atau apapun yang penting nolongin dulu di awal-awal," keluh Patricia.

    Dalam keseharian, ia menggunakan skincare yang cukup lengkap. "Aku cukup praktis sih orangnya, pakai pembersih dulu, lalu moisturizer, baru pakai UV protection. Nah, kalau malem pakai night cream sama sheet mask," Patricia menjelaskan.

    Menurut ia, penting memakai pelembap meski sudah gunakan night cream. Mengingat kondisi kulit Patricia cenderung kering ke normal. "Rasanya jadi kering banget kalau gak pakai pelembap, jadi aku lebih sering pakai moisturizer," pungkas Patricia Gouw.

    EKA WAHYU PRAMITA 

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.