Ragam Manfaat Beras Cokelat yang Lebih Baik Daripada Beras Putih

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi beras coklat. shutterstock.com

    Ilustrasi beras coklat. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Anda tentu mengenal jenis-jenis beras, termasuk beras cokelat. Beras ini berwarna kecokelatan dengan tekstur nasi yang lebih keras. Sudah tahu kelebihannya? Dibandingkan dengan beras putih, beras jenis ini dinilai lebih baik untuk kesehatan.

    Dari membantu menurunkan berat badan hingga nutrisi yang lebih kaya, berikut manfaat beras cokelat.

    1. Membantu menurunkan berat badan

    Manfaat beras cokelat yang paling populer adalah membantu menurunkan berat badan. Manfaat ini bukanlah rumor belaka karena beras cokelat memiliki kandungan serat yang lebih tinggi daripada beras putih.

    Serat sangat berguna untuk membuat perut tetap merasa kenyang dan mencegah Anda mengonsumsi lebih banyak kalori. Beras cokelat atau brown rice juga ditemukan mampu mengurangi lemak di perut dibanding beras putih.

    2. Tidak mengandung gluten

     

    Saat seseorang mengalami ketidakmampuan mencerna gluten, biasanya reaksi yang muncul adalah muntah, diare, sakit perut, dan kembung ketika mengonsumsi gluten.

    Oleh karenanya, manfaat beras cokelat yang lainnya adalah dapat menjadi pengganti makanan tinggi gluten, seperti nasi putih, roti, pasta, dan sebagainya. Tidak hanya untuk penderita alergi atau intoleransi gluten, penderita autoimun juga bisa mengonsumsi beras cokelat untuk menerapkan pola makan bebas gluten.

    3. Baik untuk penderita diabetes

    Pola makan yang rendah karbohidrat sangat penting untuk diterapkan oleh penderita diabetes dalam rangka mengontrol gula darahnya. Penderita diabetes bisa mengganti beras putih dengan beras cokelat yang memiliki kadar glikemik yang lebih rendah.

    Glikemik indeks dari beras putih adalah 72, sedangkan beras cokelat 50. Makanan dengan kadar glikemik yang rendah tidak meningkatkan kadar gula darah dengan cepat karena tubuh mencerna makanan tersebut lebih lambat.

    Selain itu, karena dicerna lebih lambat, Anda akan merasa kenyang lebih lama dan tidak mengonsumsi makanan lebih banyak lagi.

    4. Melindungi organ jantung

    Manfaat beras cokelat dalam menjaga kesehatan organ jantung terletak pada serat dan senyawa-senyawa lainnya yang mampu menurunkan risiko penyakit jantung. Konsumsi serat yang tinggi ditemukan mampu mengurangi risiko kanker, penyakit jantung, dan gangguan pernapasan.

    Selain itu, beras cokelat atau brown rice juga kaya akan lignan dan magnesium. Lignan merupakan senyawa yang mampu menurunkan risiko penyakit jantung dengan mengurangi ketegangan pembuluh arteri, serta menurunkan tekanan darah dan kolesterol.

    Sementara itu, senyawa magnesium adalah salah satu senyawa mineral yang sangat berperan dalam menjaga kesehatan jantung yang mampu mengurangi peluang Anda menderita penyakit jantung.

    5. Lebih bernutrisi daripada beras putih

    Beras cokelat memiliki nutrisi yang jauh lebih tinggi daripada beras putih, mulai dari kandungan serat sampai senyawa-senyawa mineralnya. Bahkan satu cangkir beras cokelat sudah mampu memenuhi hampir keseluruhan asupan nutrisi harian Anda.

    Beras cokelat atau brown rice merupakan makanan yang baik untuk dijadikan sumber mangan, antioksidan, potasium, riboflavin (vitamin B2), folat, zat besi, kalsium, selenium, dan folat.

    Anda mungkin bertanya-tanya, apakah manfaat beras cokelat yang melimpah memiliki efek samping tertentu? Sebenarnya, beras cokelat ditemukan berisiko terkontaminasi racun arsenik karena menyerap air yang banyak saat masa pertumbuhannya.

    Namun, Anda tidak perlu khawatir karena kadar arsenik yang berada dalam beras cokelat atau brown rice terlalu rendah untuk bisa memicu gangguan pada kesehatan.

    Bila Anda masih khawatir dengan kandungan arsenik yang mungkin tersembunyi dalam beras cokelat yang dibeli, Anda dapat memasak beras cokelat dengan kadar air yang enam kali lipat lebih banyak dari biasanya untuk mengurangi kadar arsenik yang ada menjadi setengah.

    SEHATQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.