Tori Spelling Kena Mom Shaming karena Anaknya Pakai Cat Rambut

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tori Spelling berfoto di kebun labu bersama keluarganya untuk merayakan Halloween 2019. (Instagram @torispelling)

    Tori Spelling berfoto di kebun labu bersama keluarganya untuk merayakan Halloween 2019. (Instagram @torispelling)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kehidupan pribadi para selebriti selalu menjadi pusat perhatian publik. Tak jarang mereka pun jadi korban perundungan dan shaming, seperti yang dialami Tori Spelling.

    Sebulan lalu, aktris Hollywood itu kena mom shaming dari warganet karena dinilai membiarkan putrinya memakai makeup. Kejadian itu terulang kembali, kali ini warganet melakukan mom-shaming pada aktris pada bintang Beverly Hills itu karena membiarkan putrinya Hattie, yang masih berusia 8 tahun, pakai cat rambut warna deep magenta.

    Hal itu terungkap saat Spelling mengunggah foto dirinya dan keluarga di penampungan labu akhir pekan kemarin. Menurut Tori, kegiatan itu merupakan tradisi keluarganya setiap tahun. "Menyukai labu, goyang istana, slide, dan kesenangan keluarga! Apakah Anda memiliki penampugan labu lokal yang selalu dinikmati bersama keluarga setiap tahun?" tulis dia di kolom komentar. 

    Hattie yang tepat di depan tampil dengan memamerkan rambut deep magenta yang sepertinya mencuri perhatian warganet. Rambut Hattie itu akhirnya memicu kontroversi.

    Mereka yang tidak suka memberikan pendapat di kolom komentar. "Bukankah rambut merah muda itu sedikit ekstrem untuk seseorang seusianya?" kata seorang pengikut. 

    "Mengapa membiarkan anak perempuan Anda memiliki rambut merah, pengasuhan yang salah," ujar yang lain. "Saya tidak berpikir anak itu harus memiliki rambut seperti itu. Biarkan ia tampak cantik secara alami," tulis pengikut lainnya. 

    Meski banyak yang melakukan mom shaming, beberapa penggemarnya justru memuji rambut gadis muda itu. "Rambut Hattie naik level!" dan "Mencintai rambut Hattie." 

    Sebagian lagi membela aktris 46 tahun itu dari kelakuan negatif warganet. "Jangan menilai anak orang lain, Anda tak berhak melakukannya.  

    Mom shaming memiliki arti mempermalukan ibu lain di depan publik yang di masa kini banyak terjadi justru di media sosial. Perilaku tersebut dinilai sangat mengganggu dan bahkan di beberapa kasus menimbulkan efek negatif bagi kesehatan mental si ibu.

    Menurut Psikolog Dessy Ilsanty, mom-shaming merupakan suatu perbuatan mencela dan mengecilkan orang lain dengan mengomentari aspek tertentu. Mom shaming biasanya berbentuk nasihat dari orang yang merasa lebih berpengalaman.

    "Namun cara penyampaian yang tidak tepat, menimbulkan kesan negatif dan parahnya membuat korban merasa buruk atau bersalah atas apa yang dipilihnya," ucap Dessy yang ditemui di acara Kampanye Anti Mom Shaming di Jakarta, beberapa waktu lalu. 



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.